IfaUpdateNews.com | Opini – Refleksi Kebangsaan
Atas berkat rahmat Allah SWT Yang Maha Kuasa, Senin Pon, 26 Januari 2026 Masehi, bertepatan dengan 7 Sya’ban 1447 Hijriah, 7 Ruwah 1959 Tahun Dal, kembali mengingatkan masyarakat Indonesia pada makna waktu, laku hidup, dan jati diri kebangsaan yang berakar kuat pada nilai spiritual serta kearifan lokal Nusantara.
Dalam penanggalan Jawa, hari Senin Pon memiliki jumlah neptu 11, dengan lakuning Mbulan, Pranata Mangsa Kapitu, Candrane Wisa Kentas Ing Maruta, Windu Sancaya, Lambang Langkir, Naga Dina Timur Laut, dan berada dalam Wuku Maktal. Rangkaian penanda waktu ini bukan sekadar hitungan hari, melainkan simbol perjalanan batin manusia dalam menjalani kehidupan yang selaras antara lahir dan batin.
Filosofi Jawa yang berbunyi,
“Slamet iku saking laku ikhlas lan sumarah marang Gusti”,
mengandung pesan mendalam bahwa keselamatan sejati tidak lahir dari kesombongan kuasa manusia, melainkan dari keikhlasan menerima takdir serta kepasrahan total kepada Sang Pencipta.
Makna ini dinilai semakin relevan di tengah kondisi bangsa yang menghadapi tantangan multidimensi: degradasi moral, ancaman narkoba, lunturnya nilai kebangsaan, hingga krisis identitas generasi muda.
SERUAN HIDUP SEHAT DAN KEMBALI KE JATI DIRI NKRI
Momentum Senin Pon ini juga dimaknai sebagai ajakan kolektif untuk menjalani hidup sehat tanpa narkoba, serta memperkuat komitmen kembali pada Jati Diri NKRI Haqqul Yaqin—Indonesia yang berdiri kokoh di atas nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Menurut Advocate Musrifah S.Sos., S.H., pemilik IfaUpdateNews.com, sekaligus pemilik empat media nasional dan PT IFAH MAKMUR SENTOSA, refleksi hari dan waktu seperti ini bukan bentuk romantisme budaya, melainkan sarana membangun kesadaran kolektif bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak tercerabut dari akar nilai spiritual dan budayanya. Senin Pon bukan sekadar hitungan hari, tapi pengingat agar manusia kembali pada laku ikhlas, sumarah, dan menjauhi segala bentuk kerusakan moral, termasuk narkoba yang merusak masa depan generasi bangsa,” tegas Musrifah.
Ia menambahkan, media memiliki tanggung jawab moral bukan hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga mendidik nurani publik.
“Media harus menjadi suluh, bukan sekadar pengeras suara. Kami di IfaUpdateNews.com berkomitmen menghadirkan narasi yang mencerahkan, berwibawa, dan berpihak pada keselamatan moral bangsa serta keutuhan NKRI,” ujarnya.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PENOPANG PERADABAN
Dalam konteks globalisasi yang kian masif, nilai-nilai lokal seperti pranata mangsa, wuku, dan filosofi hidup Jawa justru menjadi penopang identitas nasional. Nilai ini mengajarkan keselarasan dengan alam, pengendalian diri, dan kesadaran bahwa hidup bukan semata-mata soal materi, melainkan keseimbangan antara raga, jiwa, dan spiritualitas.
IfaUpdateNews.com memandang, pesan-pesan luhur seperti ini perlu terus dihidupkan agar masyarakat tidak kehilangan arah, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang sering kali kosong nilai.
DOA DAN HARAPAN
Dengan penuh harap dan doa, semoga Senin Pon ini membawa keselamatan, kesehatan, dan limpahan rahmat serta hidayah Allah SWT bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga bangsa ini dijauhkan dari bencana moral, narkoba, perpecahan, dan segala bentuk kerusakan yang mengancam masa depan.
Sebagaimana pesan leluhur dan tuntunan agama, keselamatan sejati hanya akan tercapai ketika manusia mampu ikhlas, sumarah, dan kembali pada jalan kebenaran.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
