Www ifaupdatenews com
SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Peran aktif pengurus RT, RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) menjadi kunci utama dalam mendeteksi dan menyelesaikan berbagai persoalan warga sejak dini.
Dalam arahannya, Eri Cahyadi meminta seluruh pengurus RT dan RW bersinergi dengan KSH yang bertugas melakukan pendataan dan pemantauan kondisi warga di lingkungan masing-masing. Setiap KSH, kata Eri, bertanggung jawab terhadap sekitar 20 persil atau rumah warga sehingga berbagai persoalan sosial seharusnya dapat terdeteksi dengan cepat.
"Pak RT dan Bu RT diberikan amanah oleh warga. Kalau ada KSH yang memegang 20 rumah dan mengetahui ada lansia yang hidup seorang diri, ada warga tidak mampu, ada anak yang kesulitan sekolah, maka itu harus segera dilaporkan kepada RW untuk direkap dan ditindaklanjuti," tegas Eri.
Menurutnya, konsep Kampung Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan semata. Kampung Pancasila harus menjadi wadah nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Eri menyoroti masih adanya persoalan fasilitas umum (vasum), anak putus sekolah, warga yang belum memperoleh bantuan sosial, hingga berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya yang terkadang baru diketahui setelah menjadi viral di media sosial.
"Kalau tidak ada laporan dari RT dan RW, bagaimana pemerintah bisa mengetahui persoalan yang terjadi di bawah? Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa informasi dari wilayah. Jangan sampai masalah baru ditangani setelah viral," ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Surabaya akan memperkuat pendampingan kepada wilayah dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Setiap RW nantinya akan mendapatkan pendampingan langsung dari pejabat pemerintah kota, termasuk kepala dinas terkait, guna memastikan berbagai persoalan masyarakat dapat segera ditangani tanpa berlarut-larut.
Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika masalah sudah menjadi sorotan publik. Sebaliknya, seluruh elemen pemerintahan harus bergerak lebih cepat sebelum persoalan berkembang menjadi krisis sosial di lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani kepemimpinan para khalifah Islam yang dikenal dekat dengan rakyat, seperti Saidina Umar bin Khattab, Saidina Utsman bin Affan, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang turun langsung memastikan kesejahteraan masyarakatnya.
"Saya berharap semangat kepedulian sosial seperti itu bisa kita hidupkan kembali. Inilah yang saya maksud dengan Kampung Pancasila, yaitu ketika seluruh warga saling peduli dan pemerintah hadir menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat," katanya.
Eri Cahyadi memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan Kampung Pancasila. Ia menegaskan tidak akan segan melakukan evaluasi hingga pencopotan terhadap Satgas Kampung Pancasila apabila ditemukan masih banyak persoalan warga yang tidak terdeteksi dan tidak terselesaikan.
"Kalau di sebuah kampung masih banyak persoalan yang tidak terpantau dan tidak ditangani, berarti fungsi Kampung Pancasila belum berjalan sebagaimana mestinya. Saya akan copot terlebih dahulu Satgas Kampung Pancasila yang tidak bekerja maksimal," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Surabaya menginginkan sistem pelayanan masyarakat yang bergerak aktif, responsif, dan tidak menunggu persoalan membesar. RT, RW, KSH, serta seluruh unsur pemerintahan di tingkat kampung dituntut hadir sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menyelesaikan setiap persoalan warga demi mewujudkan Surabaya yang lebih peduli, inklusif, dan berkeadilan sosial.
Pewarta: Ifa
