IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Dugaan Kekerasan di Asrama Polisi, Bintara Remaja Polda Sulsel Meninggal Dunia

Dugaan Kekerasan di Asrama Polisi, Bintara Remaja Polda Sulsel Meninggal Dunia

 


Www ifaupdatenews com

Makassar – Dugaan tindak kekerasan di lingkungan asrama kembali menjadi sorotan setelah seorang Bintara remaja di lingkungan Polda Sulawesi Selatan dilaporkan meninggal dunia, Minggu (22/2/2026).

Korban diketahui bernama Bripda Dirja Pratama (19), anggota Direktorat Samapta yang baru beberapa waktu lalu menyelesaikan pendidikan dan resmi berdinas. Informasi yang beredar menyebutkan, almarhum diduga mengalami kekerasan oleh sejumlah seniornya di dalam lingkungan asrama.

Pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel bergerak cepat melakukan pemeriksaan internal. Sedikitnya enam anggota yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut telah dimintai keterangan.

“Kami pastikan proses pemeriksaan berjalan profesional dan transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya kepada pewarta.

Jenazah almarhum sempat dibawa ke RSUD Daya Makassar sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian.

Pihak keluarga korban disebut masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis. Salah satu kerabat menyampaikan harapan agar kasus ini diusut secara terbuka.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada kekerasan, harus diungkap apa adanya. Jangan sampai ada yang ditutupi,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pola pembinaan di lingkungan internal kepolisian. Asrama yang seharusnya menjadi tempat pembentukan mental dan disiplin, justru diduga menjadi lokasi terjadinya tindakan yang melampaui batas.

Pengamat kepolisian dari Makassar juga menilai, kasus ini menjadi ujian komitmen reformasi internal Polri. “Jika benar terjadi kekerasan senior terhadap junior, maka itu bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi persoalan budaya organisasi yang harus dibenahi secara menyeluruh,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terperinci dari pimpinan Polda Sulsel mengenai kronologi lengkap kejadian. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Kasus ini menjadi perhatian publik, sekaligus pengingat bahwa penegakan hukum harus dimulai dari dalam tubuh institusi itu sendiri. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

(Red) 

Lebih baru Lebih lama