wwwifaupdatenews.com
Trenggalek – Hujan deras kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Trenggalek. Kali ini, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Kampak pada Minggu malam (22/2/2026) sejak pukul 18.30 WIB hingga 20.10 WIB, yang kemudian memicu terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Suwaru, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak.
Longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu relatif singkat, sehingga menyebabkan tebing di sekitar permukiman warga mengalami pergerakan tanah. Material longsor menimpa tembok samping rumah milik Yanto dan Tukiran, warga RT 28 RW 07 Dusun Suwaru. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerusakan pada bagian bangunan rumah cukup mengkhawatirkan.
Warga setempat mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah tebing sesaat setelah hujan mengguyur deras. Tanah yang labil dan kondisi geografis wilayah perbukitan di Kecamatan Kampak membuat kawasan tersebut rawan terjadi longsor saat curah hujan meningkat. Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat musim penghujan tiba.
Menanggapi bencana yang terjadi di wilayah desa binaannya, Babinsa Ngadimulyo, Serda Yusuf, bergerak cepat bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor pada Senin (23/2/2026). Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyingkirkan tanah dan batu yang menutup akses di sekitar rumah terdampak, guna mencegah kerusakan lebih lanjut serta memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Serda Yusuf menegaskan bahwa kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan tugas pembinaan wilayah. “Apapun yang terjadi di desa binaan kami, Babinsa selaku aparat teritorial akan selalu hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya di sela kegiatan gotong royong.
Kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya menjadi upaya penanganan darurat, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga. Semangat kebersamaan tampak jelas ketika warga dari berbagai usia turut membantu proses pembersihan, mencerminkan budaya tolong-menolong yang masih kuat di pedesaan.
Pemerintah desa setempat mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam durasi lama. Upaya mitigasi seperti pembuatan saluran air yang baik, penanaman vegetasi penahan tanah, serta pemantauan kondisi tebing secara berkala diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana serupa di kemudian hari.
Pewarta DIVA
