IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Kesempatan Hidup Tak Pernah Datang Dua Kali Advokat Musrifah: “Jangan Tunggu Kehilangan untuk Belajar Bersyukur”

Kesempatan Hidup Tak Pernah Datang Dua Kali Advokat Musrifah: “Jangan Tunggu Kehilangan untuk Belajar Bersyukur”

 

IfaUpdateNews.com | Refleksi Sosial dan Spiritual

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang sering membuat manusia lupa diri, ada kenyataan sunyi yang jarang disadari: tidak semua orang sedang menikmati apa yang kita anggap biasa hari ini.

Di ruang-ruang rumah sakit, banyak pasien yang memandang langit-langit kamar dengan satu harapan sederhana — bisa berdiri sehat seperti orang lain.

Di balik jeruji besi, ada mereka yang menghitung hari sambil merindukan kebebasan yang dahulu pernah dianggap sepele.

Dan di alam kubur, menurut ajaran agama, ada jiwa-jiwa yang menyesal, memohon agar diberi satu kesempatan kembali untuk memperbaiki amalnya — namun waktu tidak pernah berputar ke belakang.

Advokat Musrifah S.Sos., SH menegaskan bahwa pesan ini bukan sekadar renungan emosional, melainkan peringatan serius tentang nilai kehidupan.

“Manusia sering baru menyadari arti kesehatan saat tubuhnya terbaring lemah. Baru memahami arti kebebasan saat langkahnya dibatasi. Dan baru merasakan pentingnya amal ketika kesempatan itu sudah tertutup,” tegas Musrifah dalam keterangannya kepada IfaUpdateNews.com.

Dalil yang Menggugah Kesadaran

Dalam Al-Qur’an, Allah mengabadikan penyesalan manusia setelah kematian dalam Surah Al-Mu’minun ayat 99–100. Di sana digambarkan bagaimana seseorang yang telah wafat memohon agar dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh. Namun permintaan itu tidak dikabulkan.

Pesan ini diperkuat oleh hadits Rasulullah ﷺ dalam riwayat Imam Bukhari tentang dua nikmat yang sering dilalaikan manusia: kesehatan dan waktu luang. Dua hal yang tampak sederhana, namun justru paling sering diabaikan.

Menurut Musrifah, kelalaian itulah yang menjadi akar dari banyak penyesalan.

“Kita terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa bahwa waktu adalah aset yang tidak bisa digugat, tidak bisa banding, dan tidak bisa diperpanjang,” ujarnya dengan nada reflektif.

Perspektif yang Mengubah Cara Pandang

Bila nikmat dibandingkan dari sudut pandang mereka yang kehilangan, maka hidup hari ini adalah anugerah luar biasa.

Bangun pagi dengan tubuh sehat adalah kemewahan.

Menghirup udara bebas tanpa jeruji adalah karunia.

Masih diberi kesempatan memperbaiki diri adalah rahmat yang tak ternilai.

Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 18 mengingatkan bahwa nikmat Allah tak akan mampu dihitung. Bahkan dalam Surah Ibrahim ayat 7 ditegaskan, syukur bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga sebab bertambahnya karunia.

Jangan Menunggu Hingga Terlambat

Musrifah juga mengingatkan pentingnya mengingat kematian, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi: perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan.

“Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut, tetapi agar kita sadar. Hidup ini bukan sekadar berjalan, tetapi mempertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa kesadaran spiritual seharusnya melahirkan sikap hidup yang lebih bertanggung jawab — baik dalam pekerjaan, dalam keluarga, maupun dalam hubungan sosial.

Refleksi untuk Hari Ini

Apa yang terasa biasa hari ini bisa menjadi sesuatu yang sangat mahal bagi orang lain.

Maka mensyukuri hidup bukan sekadar ucapan, tetapi sikap.

Alhamdulillah atas kesehatan.

Alhamdulillah atas kebebasan.

Alhamdulillah atas kesempatan hidup hari ini.

Sebab ketika waktu berhenti, tidak ada lagi perpanjangan.


Pewarta: Diva


IfaUpdateNews.com

Lebih baru Lebih lama