IFAUUPDATEnews.com — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang semakin materialistis, pesan-pesan spiritual kembali mengingatkan manusia pada hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kang Yudi melalui dua kutipan kuat dari Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW yang menggugah kesadaran batin.
Dalam pesannya, Kang Yudi mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (QS. Ghafir: 39). Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya persinggahan sementara sebelum manusia menuju kehidupan yang abadi di akhirat.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan melalui hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Seandainya seorang anak Adam memiliki selembah emas, niscaya ia akan menginginkan lembah kedua. Tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah dan Allah menerima taubat orang yang mau bertaubat.” Hadis ini menggambarkan sifat dasar manusia yang cenderung tidak pernah merasa cukup terhadap harta dan kenikmatan dunia.
“Ini bukan sekadar nasihat, tetapi peringatan keras agar manusia tidak kehilangan arah hidupnya. Dunia boleh dikejar, tetapi jangan sampai melupakan akhirat,” tegas Kang Yudi dalam pernyataannya.
Pesan ini menjadi kritik halus namun tajam terhadap gaya hidup yang hanya berorientasi pada materi. Dalam realitas saat ini, tidak sedikit manusia yang terjebak dalam perlombaan tanpa akhir untuk mengumpulkan kekayaan, jabatan, dan pengakuan sosial, tanpa menyadari bahwa semua itu bersifat fana.
Kang Yudi melalui refleksi ini mengajak masyarakat untuk kembali menata orientasi hidup. Bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki, melainkan pada ketenangan hati, kedekatan dengan Sang Pencipta, serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah kematian.
“Keserakahan tidak akan pernah selesai jika tidak dikendalikan dengan iman. Justru yang harus diperbanyak adalah kesadaran untuk bertaubat dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Selain itu, pesan hadis yang disampaikan juga menegaskan pintu harapan bagi setiap manusia. Di tengah segala kesalahan dan kekhilafan, Allah SWT tetap membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin kembali. Ini menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.
Dengan narasi yang sederhana namun penuh makna, Kang Yudi berhasil menyampaikan pesan moral yang relevan bagi semua kalangan. Sebuah ajakan untuk tidak terlena oleh gemerlap dunia, serta dorongan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita hidup dengan keseimbangan—berusaha di dunia, tetapi tetap menyiapkan bekal untuk akhirat,” pungkas Kang Yudi.
Redaksi menilai, pesan ini bukan sekadar nasihat biasa, melainkan refleksi mendalam yang patut menjadi bahan renungan bersama, terutama di tengah kondisi zaman yang kian menjauhkan manusia dari esensi kehidupan yang hakiki.
Pewarta ifa
