IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” BPPH Pemuda Pancasila Kota Surabaya Gelar Workshop dan Pembekalan Posbakum, LaNyalla Mattalitti Turut Hadir Beri Dukungan

BPPH Pemuda Pancasila Kota Surabaya Gelar Workshop dan Pembekalan Posbakum, LaNyalla Mattalitti Turut Hadir Beri Dukungan


Www Ifaupdatenews com

Pewarta: Ifa

SURABAYA — Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kota Surabaya menggelar workshop sekaligus pembekalan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) bagi seluruh PAC se-Kota Surabaya, Jumat (15/5/2026), di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Jalan Pangsud No. 55 Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, para advokat dari masing-masing PAC, calon pengurus Posbakum tingkat kecamatan, hingga Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur sekaligus anggota DPD RI, Ir. H. La Nyalla Mattalitti.


Workshop dan pembekalan itu menjadi langkah strategis BPPH Pemuda Pancasila Kota Surabaya dalam memperkuat pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat sekaligus memperluas peran organisasi di bidang sosial dan hukum hingga tingkat kecamatan.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. A. Baso Juherman, SP, SH, M.HP menegaskan bahwa pembentukan Posbakum merupakan bentuk nyata komitmen organisasi untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.


“Posbakum ini tidak hanya menangani persoalan litigasi, tetapi juga konsultasi hukum, mediasi sosial, penyuluhan hukum, hingga pendampingan masyarakat secara humanis,” ujar Baso Juherman dalam sambutannya.

Menurutnya, perkembangan persoalan hukum dan sosial di Kota Surabaya saat ini menuntut organisasi untuk semakin aktif memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat secara profesional, terstruktur, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam organisasi.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Posbakum nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan hukum Pemuda Pancasila di masing-masing kecamatan. Selain membantu masyarakat dalam persoalan hukum, Posbakum juga diharapkan mampu menjadi sarana edukasi hukum bagi warga.

“Pemuda Pancasila harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait mekanisme organisasi, tata cara penanganan perkara, sistem koordinasi internal, hingga aturan pendampingan hukum yang harus dijalankan oleh seluruh anggota Posbakum BPPH Pemuda Pancasila Kota Surabaya.

Baso Juherman menekankan bahwa seluruh penanganan perkara wajib melalui koordinasi dan kajian internal organisasi agar tetap berjalan sesuai koridor hukum serta menjaga marwah Pemuda Pancasila.

“Kita ingin semua berjalan profesional, terukur, dan tetap satu komando organisasi. Jangan sampai ada penanganan perkara yang justru merugikan nama besar Pemuda Pancasila,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan kekompakan antaranggota. Menurutnya, BPPH merupakan bagian dari MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik organisasi serta membantu masyarakat dengan pendekatan humanis.

“Kita satu keluarga besar, satu bendera. Kekompakan dan loyalitas harus dijunjung tinggi demi menjaga kehormatan organisasi,” ujarnya.

Dalam forum tersebut turut dibahas terkait legalitas anggota Posbakum. Para advokat yang tergabung diwajibkan memiliki KTA Pemuda Pancasila serta dokumen profesi resmi sesuai ketentuan organisasi.

Sementara bagi kader non-advokat, tetap diberikan ruang untuk membantu tugas-tugas sosial dan teknis pendampingan hukum dalam pengawasan serta koordinasi BPPH.

Workshop berlangsung penuh antusias dan dialog interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait pola penanganan perkara, koordinasi organisasi, hingga batasan perkara yang dapat ditangani oleh Posbakum BPPH Pemuda Pancasila.

Dalam kesempatan itu juga ditegaskan bahwa BPPH Pemuda Pancasila Surabaya tidak akan menangani perkara narkotika dan pencabulan sebagai kuasa hukum organisasi, demi menjaga marwah dan citra kelembagaan.

Meski demikian, organisasi tetap membuka ruang edukasi, konsultasi, dan pendampingan sosial kepada masyarakat dalam koridor kemanusiaan dan aturan hukum yang berlaku.

Selain workshop dan pembekalan, kegiatan juga dirangkai dengan pembagian plakat Posbakum kepada perwakilan PAC sebagai simbol penguatan jaringan bantuan hukum Pemuda Pancasila di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Arderio Hukom, S.H., M.Kn. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, mbak Echa yang merupakan kader PAC Gubeng juga sempat berjabat tangan langsung sembari menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada beliau.

“Selamat ulang tahun, semoga di usia yang penuh kematangan ini, beliau semakin diberikan kebijaksanaan, kewibawaan, serta kemuliaan dalam mengemban amanah sebagai Ketua Umum KONI Kota Surabaya,” ucap mbak Echa penuh hormat.

Momen tersebut menambah suasana hangat dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi forum pembekalan hukum dan penguatan organisasi, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antar kader Pemuda Pancasila Kota Surabaya.

Dengan terbentuknya Posbakum di tingkat kecamatan, MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya berharap pelayanan hukum kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat, terorganisir, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kehadiran Ir. H. La Nyalla Mattalitti dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran BPPH Pemuda Pancasila sebagai wadah pelayanan hukum dan pengabdian sosial bagi masyarakat.

Melalui workshop dan pembekalan ini, BPPH Pemuda Pancasila Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan hukum, menjaga solidaritas organisasi, serta mengawal kepentingan masyarakat secara profesional, bermartabat, dan berkeadilan.

Lebih baru Lebih lama