SURABAYA, IFAUPDATENEWS.COM – Suasana haru, penuh kehangatan, dan sarat nilai kepedulian sosial menyelimuti rangkaian peringatan 10 Asyura yang diisi dengan kegiatan santunan kepada puluhan anak yatim, sekaligus prosesi pengusapan rambut anak yatim sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian kepada mereka.
Kegiatan yang digelar di Masjid Baitul Muslimin, Kauman, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (25/6/2026) itu berlangsung usai Salat Magrib berjamaah hingga seluruh rangkaian acara selesai. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada anak-anak yatim.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 36 anak yatim, terdiri dari laki-laki dan perempuan, menerima santunan dari panitia dan para dermawan yang turut hadir. Tidak hanya mendapatkan bantuan, anak-anak yatim juga mengikuti prosesi pengusapan rambut yang menjadi simbol kasih sayang, doa, dan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak mulia, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat. Sejumlah tokoh masyarakat, pengurus, relawan, serta keluarga anak yatim tampak larut dalam suasana kebersamaan. Momentum 10 Asyura dimanfaatkan untuk memperkuat semangat berbagi, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Ketua panitia dalam keterangannya mengungkapkan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap peringatan 10 Asyura sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap anak yatim.
"Kami berharap santunan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak yatim agar mereka merasa diperhatikan dan dicintai oleh masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan, prosesi pengusapan rambut anak yatim menjadi bagian dari rangkaian acara yang memiliki makna mendalam sebagai simbol kasih sayang, penghormatan, dan doa agar anak-anak yatim selalu mendapatkan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
"Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan rasa empati, memperbanyak amal kebaikan, dan tidak melupakan anak-anak yatim dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Selain penyerahan santunan, para peserta juga mengikuti doa bersama yang dipanjatkan demi keselamatan bangsa, keberkahan rezeki, kesehatan seluruh masyarakat, serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim.
Kehangatan tampak begitu terasa ketika para anak yatim menerima santunan dengan wajah penuh kebahagiaan. Senyum yang terpancar dari mereka menjadi gambaran bahwa perhatian dan kasih sayang dari masyarakat memiliki arti yang sangat besar bagi kehidupan mereka.
Panitia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperluas gerakan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Peringatan 10 Asyura bukan hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat," pungkasnya.
Pewarta: YUNI
