Oleh: YUNI
Ifaupdatenews.com
METRO – Sebuah aksi kepedulian yang berangkat dari nurani akhirnya membuahkan hasil nyata. Setelah selama kurang lebih 15 tahun hidup dalam kondisi lumpuh akibat kecelakaan kerja dan hanya terbaring di tempat tidur tanpa penanganan medis yang memadai, Riyadi, warga RT 29 Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, akhirnya dievakuasi ke rumah sakit oleh Pemerintah Kota Metro, Rabu (1/7/2026).
Evakuasi tersebut dilakukan melalui sinergi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Metro setelah adanya laporan dan komunikasi langsung dari Ketua Umum Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), Hermansyah, TR.SH., yang sebelumnya mengunjungi kediaman korban.
Langkah cepat pemerintah itu menjadi secercah harapan bagi Riyadi dan keluarganya yang selama belasan tahun berjuang sendiri menghadapi kerasnya kehidupan tanpa perhatian yang memadai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Riyadi mengalami kecelakaan kerja di sebuah perusahaan di wilayah Metro Pusat sekitar 15 tahun silam. Sejak peristiwa itu, kondisi kesehatannya terus menurun hingga tidak mampu lagi beraktivitas. Selama bertahun-tahun, kebutuhan hidup keluarga dipenuhi oleh sang istri dan anak perempuannya yang bergantian bekerja sekaligus merawat Riyadi.
Ketua Umum IPLI, Hermansyah, TR.SH., menuturkan bahwa dirinya mengetahui kondisi tersebut saat bersilaturahmi ke rumah salah satu anggota IPLI yang ternyata merupakan istri korban.
Saat melihat langsung keadaan Riyadi, Hermansyah mengaku sangat prihatin. Kondisi korban yang bertahun-tahun hanya terbaring di atas tempat tidur membuatnya langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro.
"Ketika saya melihat langsung kondisi Pak Riyadi, hati saya benar-benar tersentuh. Beliau sudah belasan tahun mengalami penderitaan seperti ini. Saya langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro agar pemerintah mengetahui bahwa ada warga yang membutuhkan pertolongan secepatnya," ujar Hermansyah.
Ia menjelaskan, kunjungan IPLI bukan hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga anggotanya, tetapi juga menjadi awal terbukanya jalan bagi Riyadi memperoleh hak pelayanan kesehatan dari pemerintah.
Hermansyah mengatakan, saat itu pihaknya juga membawa bantuan kebutuhan pokok berupa beras, telur, susu, dan kebutuhan pangan lainnya untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Namun menurutnya, bantuan tersebut bukanlah tujuan utama.
"Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana Pak Riyadi bisa mendapatkan penanganan medis. Alhamdulillah setelah saya berkomunikasi dengan pemerintah, responsnya sangat cepat. Ini menunjukkan bahwa ketika informasi sampai kepada pihak yang berwenang, pemerintah langsung bergerak," ungkapnya.
Ia menduga selama ini terjadi miskomunikasi sehingga kondisi Riyadi tidak pernah terlaporkan secara utuh kepada pemerintah daerah.
"Saya melihat ada miskomunikasi antara keluarga dengan pemerintah. Setelah kami menyampaikan kondisi sebenarnya, Alhamdulillah pemerintah langsung turun tangan. Saya mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Metro yang langsung melakukan evakuasi," katanya.
Hermansyah berharap penanganan yang diberikan rumah sakit dapat menjadi titik awal pemulihan kesehatan Riyadi setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
"Kami berharap Pak Riyadi memperoleh perawatan terbaik sehingga kesehatannya dapat berangsur membaik. Mudah-mudahan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi beliau dan keluarganya," tutup Hermansyah.
Tak berselang lama setelah laporan diterima, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan bersama Dinas Sosial langsung menurunkan tim lengkap beserta ambulans dan perlengkapan medis menuju kediaman korban.
Dengan penuh kehati-hatian, petugas mengevakuasi Riyadi dari tempat tidurnya menuju ambulans untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bantul Metro Selatan guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara menyeluruh.
Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Wahyu Ningsi, mengakui pihaknya sama sekali belum mengetahui adanya warga yang mengalami kondisi demikian selama bertahun-tahun.
Menurutnya, informasi tersebut baru diterima setelah adanya laporan dari Ketua Umum IPLI dan koordinasi dari Kepala Dinas Kesehatan.
"Selama ini kami memang belum mengetahui ada warga yang mengalami kondisi seperti ini. Setelah mendapat informasi dari Bapak Hermansyah dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kami langsung bergerak melakukan evakuasi agar korban segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, terutama warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.
"Kami akan terus melakukan pendampingan sesuai kewenangan kami. Yang terpenting saat ini korban mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu sehingga kondisinya bisa dievaluasi oleh dokter," ungkap Wahyu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial mampu membuka jalan bagi hadirnya pelayanan negara kepada masyarakat yang membutuhkan. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah terbukti mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Evakuasi Riyadi bukan hanya menjadi proses pemindahan seorang pasien menuju rumah sakit, melainkan menjadi simbol bahwa harapan tidak pernah benar-benar padam ketika masih ada kepedulian, empati, dan keberanian untuk bertindak. Bagi keluarga Riyadi, langkah tersebut menjadi titik awal lahirnya harapan baru setelah 15 tahun menjalani perjuangan yang panjang dan penuh cobaan.
