IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Polres Tanjung Perak Tangkap Residivis, 89,81 Gram Sabu Diamankan

Polres Tanjung Perak Tangkap Residivis, 89,81 Gram Sabu Diamankan


SURABAYA , Ifaupdatenews com - Bisnis narkotika kembali menyeret residivis ke balik jeruji. AF (30), warga Jalan Tambak Dalam, Asemrowo, ditangkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah kedapatan menguasai sabu seberat 89,81 gram.

AF ditangkap di rumahnya pada Rabu (12/8) malam. Polisi menemukan satu klip plastik besar berisi sabu yang disimpan tersangka.

Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, AF bukan pemain baru dalam bisnis barang haram tersebut. 

Tersangka diketahui merupakan pengangguran dan menjadikan peredaran sabu sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Motifnya faktor ekonomi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, tersangka juga bisa mengonsumsi sabu secara cuma-cuma,” kata Adik, Rabu (19/8/2026). 

Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut diperoleh AF dari seorang pria berinisial MS yang kini masuk daftar pencarian orang. Transaksi dilakukan secara langsung di kawasan Jalan Kencur, Socah, Kabupaten Bangkalan, pada Senin sore (10/8). 

AF membeli sekitar 90 gram sabu dengan harga Rp430 ribu per gram. Nilai seluruh transaksi mencapai Rp38,7 juta. Dalam transaksi itu, AF baru menyerahkan uang muka Rp15 juta. Sisanya akan dibayarkan setelah seluruh sabu berhasil terjual.

Jika seluruh barang berhasil diedarkan, AF diperkirakan memperoleh omzet sekitar Rp54 juta. Dari selisih tersebut, keuntungan yang bisa dikantongi mencapai sekitar Rp15,3 juta.

Polisi menyebut sasaran pembeli AF cukup fleksibel. Pembeli bisa berasal dari orang yang sudah dikenalnya maupun jaringan pemesanan yang menggunakan sistem ranjau. 

Sistem tersebut memungkinkan barang diserahkan di lokasi tertentu tanpa harus mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung.

“Pembelinya siapa pun yang dikenal maupun melalui rangkaian pemesanan yang sekarang dikenal dengan sistem ranjau,” ujar Adik.

AF mengaku telah menjalankan bisnis sabu tersebut sekitar tiga bulan. Ironisnya, tersangka ternyata merupakan residivis kasus narkotika.

Pada 2021, dia pernah terjerat perkara narkotika dan divonis enam tahun enam bulan penjara. Ia menjalani hukuman di Lapas Pamekasan selama sekitar tiga tahun delapan bulan sebelum kembali beraktivitas di luar lapas.

Kini, sepak terjang AF kembali terhenti. Polisi menyita sabu 89,81 gram, dompet merah hitam, timbangan digital tanpa merek warna hitam, satu bendel klip plastik sedang, serok sabu berbahan plastik warna hijau, alat pres, serta satu unit telepon seluler.

AF harus kembali berhadapan dengan hukum. Polisi juga masih memburu MS, pemasok sabu yang disebut menjadi sumber barang haram tersebut. 

Pewarta Yuni

Lebih baru Lebih lama