IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Gelombang “Save Hakim MK” Menguat: Publik Serukan Dukungan di Tengah Tekanan Demonstrasi

Gelombang “Save Hakim MK” Menguat: Publik Serukan Dukungan di Tengah Tekanan Demonstrasi


Jakarta — Minggu (23/11/2025), ifaupdatenews.com

Dinamika politik di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK) kembali memanas. Sejumlah kelompok massa menggelar demonstrasi di depan gedung MK, menuntut agar Ketua MK mundur dari jabatannya. Namun tekanan itu justru memicu gelombang dukungan baru dari publik, yang menilai bahwa hakim konstitusi harus dijaga independensinya dari tekanan mana pun.

Dalam tampilan visual yang terekam hari ini, terlihat seorang hakim dengan jubah merah-hitam berdiri tegak di depan gedung MK, sementara di belakangnya tampak kerumunan demonstran membawa spanduk protes. Suasana tersebut mencerminkan bagaimana perdebatan mengenai peran MK kini menjadi sorotan publik nasional.


Dukungan Publik Semakin Menguat

Di tengah derasnya tuntutan demonstrasi, dukungan terhadap pimpinan MK dan para hakim justru datang dari kelompok masyarakat sipil, akademisi, hingga netizen yang memenuhi lini masa media sosial. Tagar seperti #SaveHakimMK dan #SaveSuhartoyoCS terus muncul sebagai bentuk penegasan bahwa MK harus tetap berdiri kokoh menjaga konstitusi.

Bagi para pendukung, berbagai putusan MK yang selama ini dianggap “menggoyang” kekuasaan bukanlah bentuk kontroversi, tetapi wujud keberanian lembaga peradilan tertinggi itu menjalankan mandat konstitusional. MK dinilai menunjukkan keberpihakan pada prinsip keadilan dan tata negara yang sehat, bukan tunduk pada tekanan penguasa maupun kelompok tertentu.


Independensi MK Dipertaruhkan

Demonstrasi yang menuntut pimpinan MK mundur dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Ketika lembaga peradilan ditekan karena putusannya tidak menguntungkan pihak tertentu, maka integritas sistem hukum Indonesia berada dalam ancaman serius.

Independensi hakim konstitusi adalah salah satu pilar penting dalam negara hukum. MK memegang peran strategis untuk memastikan undang-undang yang dibuat pemerintah dan DPR tetap sesuai dengan UUD 1945. Bila hakim dapat dipaksa mundur hanya karena putusannya tidak disukai, maka mekanisme check and balance dalam pemerintahan akan runtuh.


Suara Masyarakat: “Jangan Mundur, Tetap Tegak Jaga Konstitusi!”

Di sisi lain, kelompok masyarakat yang mendukung hakim MK menilai, tekanan demonstrasi ini tidak boleh memengaruhi kinerja dan keberanian lembaga tersebut. Mereka menyatakan bahwa demokrasi justru membutuhkan hakim-hakim yang berani, tidak takut pada tekanan politik, dan konsisten membela konstitusi.

Seruan agar MK tetap tegak dalam menjalankan kewenangannya mengalir deras di berbagai kanal media. Banyak yang menilai bahwa saat ini adalah ujian paling berat bagi masa depan independensi peradilan Indonesia.


Penutup

Dalam suasana politik yang memanas, dukungan kepada hakim MK menjadi simbol perlawanan moral. MK diharapkan tetap menjadi benteng terakhir konstitusi, berdiri untuk kepentingan rakyat dan negara, bukan untuk memenuhi selera politik pihak tertentu.

Gelombang “Save Hakim MK” yang terus menguat menjadi bukti bahwa publik masih percaya pada pentingnya lembaga peradilan yang bebas, kuat, dan berintegritas.

Pewarta: ifa

Lebih baru Lebih lama