Oleh: Saiful Huda EMS (SHE)
Pewarta: Ifa
WwwIfaupdatenews.com
JAKARTA — Peta politik nasional dinilai tengah mengalami pergeseran serius seiring menguatnya gelombang kritik publik terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Fenomena ini tercermin dari respons luar biasa masyarakat terhadap sejumlah tulisan opini kritis yang disampaikan oleh Saiful Huda EMS (SHE), seorang lawyer, jurnalis, sekaligus aktivis Reformasi 1998.
Dalam keterangannya, Saiful Huda mengungkapkan bahwa tulisan opininya yang menyerukan refleksi moral dan politik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah menjangkau lebih dari 1,6 juta tayangan di media sosial Facebook. Tulisan tersebut tercatat memperoleh 10.200 tanda suka, 6.200 komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 830 kali.
Menurutnya, tingginya respons publik tersebut bukan sekadar fenomena media sosial, melainkan cerminan dari akumulasi kekecewaan rakyat yang selama ini merasa aspirasi dan rasa keadilannya diabaikan.
“Angka ini menunjukkan bahwa rakyat yang sudah muak jumlahnya semakin besar, bahkan sudah mencapai jutaan orang,” ujar Saiful Huda.
Tak berhenti di situ, tulisan lain yang digagasnya mengenai gagasan “Revolusi Mawar”, yang ia maknai sebagai perubahan besar berbasis kesadaran kolektif rakyat, juga mendapat sambutan luas. Opini tersebut telah ditayangkan 269 ribu kali, mendapatkan 5.400 likes, 2.300 komentar, dan dibagikan sebanyak 322 kali.
Menyusutnya Basis Loyalis Kekuasaan
Saiful Huda menilai, fenomena ini menjadi indikasi kuat bahwa benteng pertahanan politik Presiden Jokowi mulai runtuh, seiring menyusutnya basis pendukung fanatik yang selama ini mendominasi ruang publik.
Ia bahkan menyebut, kelompok pendukung yang menutup mata terhadap kritik dan fakta kini semakin berkurang, sementara yang tersisa hanyalah segelintir pihak yang dinilainya memiliki kepentingan tertentu terhadap kekuasaan.
Lebih mengejutkan lagi, Saiful Huda mengungkapkan adanya pergeseran sikap dari kalangan elite, termasuk mantan loyalis Presiden Jokowi. Sejumlah tokoh publik dari berbagai latar belakang—mulai dari pejabat sipil, figur publik, hingga jenderal purnawirawan—disebut telah menyampaikan kepadanya bahwa mereka tidak lagi bersedia memberikan dukungan politik.
“Mereka menyatakan kepada saya bahwa apa yang terjadi saat ini sudah keterlaluan dan melampaui batas kewajaran dalam tata kelola negara,” ungkapnya.
Sinyal Gejolak Sosial dan Peringatan Moral
Menurut Saiful Huda, perubahan sikap publik dan elite tersebut merupakan sinyal kuat akan potensi gejolak sosial yang bisa terjadi jika tidak dikelola dengan bijak. Ia mengingatkan bahwa kemarahan rakyat yang tidak diarahkan secara moral dan konstitusional berpotensi menimbulkan kekacauan nasional.
Oleh karena itu, ia menyerukan pentingnya kesiapan kepemimpinan moral untuk mengelola aspirasi dan amarah rakyat agar tidak berubah menjadi konflik sosial yang tak terkendali.
“Sejarah menunjukkan bahwa kemarahan rakyat tanpa kendali hanya akan membawa kehancuran,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya indikasi bahwa sejumlah pejabat negara yang bermasalah secara hukum mulai bersiap meninggalkan Indonesia guna menghindari proses pertanggungjawaban hukum. Kondisi tersebut, menurutnya, semakin memperkuat krisis kepercayaan publik terhadap negara.
Sorotan Dunia Internasional
Saiful Huda menambahkan bahwa kritik terhadap pemerintahan Jokowi kini tidak lagi bersifat domestik. Dunia internasional, katanya, mulai memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan di Indonesia, terutama terkait deforestasi, perusakan lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam yang berdampak lintas negara.
“Kerusakan lingkungan yang terjadi bukan hanya mengancam rakyat Indonesia, tetapi juga kehidupan masyarakat dunia,” ujarnya.
Seruan Etika dan Doa untuk Bangsa
Menutup pernyataannya, Saiful Huda EMS menyampaikan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan dijauhkan dari para pemegang kekuasaan yang menyalahgunakan amanah rakyat.
“Semoga negeri ini diselamatkan dari orang-orang jahat, para penghianat negara yang menyelewengkan kekuasaan, serta mereka yang merusak dan menjarah kekayaan alam dengan serakah,” pungkasnya.
Tulisan dan pandangan Saiful Huda EMS ini menjadi bagian dari diskursus publik yang sah dalam negara demokrasi, sekaligus pengingat bahwa kekuasaan yang abai terhadap kritik pada akhirnya akan kehilangan legitimasi rakyat.
Salam jabat erat. Merdeka.
Disclaimer Redaksi
Tulisan ini merupakan pandangan dan tanggung jawab narasumber sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh Undang-Undang. Redaksi Ifaupdatenews.com menghormati hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Hak Jawab
Redaksi Ifaupdatenews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan atau merasa dirugikan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan hukum dan kode etik jurnalistik.



