IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Marak Modus “Bagi Sembako Minta KTP”: Warga Diminta Waspada, Data Pribadi Rentan Disalahgunakan untuk Pinjol & Penipuan

Marak Modus “Bagi Sembako Minta KTP”: Warga Diminta Waspada, Data Pribadi Rentan Disalahgunakan untuk Pinjol & Penipuan

 


Www.ifaupdatenews.com — Pewarta: Ifa

Fenomena baru yang meresahkan masyarakat kembali muncul di berbagai wilayah. Banyak warga melaporkan adanya oknum tak dikenal yang datang ke kampung-kampung, komplek perumahan, kos-kosan, hingga kontrakan dengan membawa paket sembako—seperti beras, minyak, mie instan, hingga tembakau—namun dengan satu syarat: penerimanya harus memberikan foto KTP.


Sekilas terlihat seperti kegiatan sosial, namun ternyata praktik ini diduga kuat sebagai modus penipuan data pribadi. Data yang diambil dari warga kerap disalahgunakan untuk berbagai tindakan kejahatan digital, termasuk pinjaman online ilegal (pinjol), pemalsuan identitas, hingga penipuan online lainnya.

Para pelaku biasanya mengiming-imingi penerima sembako dengan uang antara Rp100.000 hingga Rp500.000. Setelah itu mereka meminta foto KTP atau swafoto sambil memegang KTP. Banyak warga yang tidak curiga karena pelaku bersikap ramah dan mengaku sedang mendata warga.

Namun, berdasarkan laporan yang beredar, data tersebut kemudian dijual dan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan digital untuk membuat akun palsu, mengajukan pinjaman ilegal, atau mendaftarkan identitas orang lain ke berbagai layanan tanpa izin.


“Tiba-tiba punya utang padahal tidak pernah pinjam”


Sudah banyak korban yang mengaku tiba-tiba menerima tagihan pinjol, didatangi debt collector, atau mendapat peringatan pembayaran atas nama mereka. Padahal mereka tidak pernah mengajukan pinjaman maupun membuka akun apa pun.

“Awalnya dikasih sembako, katanya untuk pendataan warga kurang mampu. Eh beberapa minggu kemudian saya dapat tagihan pinjol. Padahal saya tidak pernah ajukan,” ungkap salah satu warga yang melapor.

Kasus seperti ini menunjukkan betapa berbahayanya memberikan data KTP kepada pihak yang tidak jelas.



Warga Diimbau Tidak Pernah Memberikan KTP Kepada Pihak Sembarangan

Warga dihimbau hanya memberikan data KTP kepada:

Kelurahan atau kecamatan yang resmi dan berkartu tugas

Petugas sensus negara

Instansi pemerintah dengan surat tugas

Bank resmi untuk keperluan pembukaan rekening


Selain itu, serta merta wajib ditolak, meski diberi iming-iming sembako atau uang.


Data pribadi adalah aset penting yang bisa menghubungkan ke seluruh aktivitas finansial seseorang. Begitu bocor, sangat sulit dikendalikan kembali.


Modus Semakin Rapi, Warga Harus Makin Cerdas

Pelaku kejahatan kini tidak lagi memakai cara kasar. Mereka menyamar sebagai pembagi sembako, relawan sosial, bahkan kadang mengaku dari lembaga tertentu. Karena itu, kehati-hatian adalah kunci agar masyarakat tidak terjebak.


Sebarkan Informasi Ini, Selamatkan Sesama

ifaupdatenews.com mengajak seluruh pembaca untuk menyebarkan informasi ini ke keluarga, tetangga, grup WhatsApp, dan warga sekitar.

Satu informasi penting bisa menyelamatkan satu keluarga dari jeratan utang yang tidak pernah mereka buat.


Jaga data pribadi.

Jangan mudah percaya.

Lindungi diri dari modus penipuan baru yang makin marak.

Lebih baru Lebih lama