IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Mushalla Mahabbah di Mall Panakkukang: Simbol Keberagaman, Persaudaraan, dan Kemegahan Ibadah di Jantung Kota Makassar

Mushalla Mahabbah di Mall Panakkukang: Simbol Keberagaman, Persaudaraan, dan Kemegahan Ibadah di Jantung Kota Makassar


Pewarta: Ifa | ifaupdatenews.com Makasar 21 November 2025

Makassar — Di tengah hiruk-pikuk Mall Panakkukang (MP) Makassar, berdiri sebuah mushalla megah yang belakangan menarik perhatian ribuan pengunjung. Bukan hanya karena luasnya yang melampaui ukuran masjid pada umumnya, tetapi juga karena kisah humanis di balik pembangunannya: mushalla ini dibangun oleh seorang pengusaha Tionghoa non-muslim, Benny Lukman.

Namanya adalah Mushalla Mahabbah — “Mahabbah” dalam Islam berarti cinta dan kasih sayang. Sebuah nama yang seolah mencerminkan pesan besar yang ingin disampaikan: bahwa keberagaman bukan batasan untuk berbuat baik, melainkan jembatan untuk memperkuat persaudaraan.


Kemegahan Mushalla Bertaraf Internasional di Lantai 3 Mall Panakkukang

Terletak di lantai 3 Mall Panakkukang, mushalla ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar, termewah, dan terlengkap di Indonesia yang berdiri di dalam pusat perbelanjaan.

Mushalla Mahabbah memiliki dua area ibadah yang terpisah sempurna:

Mushalla laki-laki berkapasitas hingga 2.200 jamaah

Mushalla perempuan berkapasitas 500–600 jamaah


Lokasinya pun saling berdekatan sehingga memudahkan keluarga yang datang bersama. Pengunjung hotel MYKO, tamu mall, hingga warga Makassar kini menjadikan tempat ini sebagai titik favorit untuk beribadah.


Desain Timur Tengah, Karpet Turki, dan Wudhu Unik ala “Lampu Aladdin”

Begitu memasuki area Mushalla Mahabbah, suasana khas Timur Tengah langsung terasa:

Dinding dan pintu dirancang dengan nuansa arsitektur Arab.

Karpet tebal didatangkan langsung dari Turki.

Bahkan rak sepatu dan tempat penitipan barang pun dikirim khusus dari Turki.

Namun satu hal yang paling mencuri perhatian adalah area wudhu “Lampu Aladdin”.

Di ruangan ini terdapat 24 unit keran, masing-masing dalam kelompok 8, dirancang menyerupai lampu Aladdin. Untuk membuka airnya, pengunjung cukup memutar tuas di samping lampu, menghadirkan pengalaman wudhu yang unik dan belum ditemukan di mushalla lain di Indonesia.


Bukan Masjid, Tapi Lebih Besar dari Masjid

Meskipun bernama mushalla, bangunannya jauh melampaui ukuran masjid pada umumnya:

Panjang sekitar 45 meter

Lebar sekitar 30 meter

Barisan shaf mencapai 45 baris

Memiliki ruang imam luas dan mimbar permanen untuk khutbah


Sekaligus memberikan kenyamanan maksimal: ruangan sejuk, pencahayaan hangat, dan kebersihan yang sangat terjaga.


Simbol Toleransi yang Lahir dari Seorang Pengusaha Non-Muslim

Yang membuat Mushalla Mahabbah semakin istimewa adalah fakta bahwa bangunan megah ini didirikan oleh seorang pengusaha non-muslim, Benny Lukman.

Di tengah dinamika kehidupan kota Makassar, langkah ini menjadi simbol nyata bahwa:

Kebersamaan masih hidup.

Toleransi bukan sekadar wacana.

Nilai saling mendukung dalam kebaikan tetap tumbuh subur di masyarakat.


Mushalla Mahabbah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pesan sosial yang kuat. Pesan bahwa keberagaman agama dan budaya adalah kekayaan yang harus dirawat bersama, bukan alasan perpecahan.


Menghidupkan Ibadah di Tengah Mall Terbesar di Makassar

Bagi pengunjung mall yang sedang ngabuburit atau sekadar berjalan-jalan, kehadiran Mushalla Mahabbah menjadi anugerah. Ruang ibadah megah ini memberi kesempatan bagi siapa pun untuk berhenti sejenak, menenangkan hati, dan melaksanakan kewajiban dalam kenyamanan yang optimal.

Mall Panakkukang kini bukan hanya pusat belanja dan hiburan, tetapi juga tempat yang menyediakan ruang spiritual terbaik bagi umat Muslim.


Mahabbah sebagai Pengikat: Cinta, Kasih Sayang, dan Persaudaraan Umat

Keberadaan Mushalla Mahabbah menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan mampu melampaui batas-batas keyakinan.

Di tengah dunia yang semakin kompleks, langkah seorang pengusaha Tionghoa non-muslim membangun mushalla megah ini memberikan pelajaran penting:

Bahwa kebaikan tidak membutuhkan identitas.

Bahwa persaudaraan lahir dari hati.

Dan bahwa Indonesia tetap kokoh karena keberagamannya.


Mushalla Mahabbah — mushalla cinta dan kasih sayang — kini menjadi ikon baru toleransi di Makassar. Sebuah ruang ibadah yang tidak hanya menampung jamaah, tetapi juga menyatukan harapan akan masa depan yang penuh harmoni.

Lebih baru Lebih lama