Kalimantan — ifaupdatenews.com
Operasi senyap yang dilakukan Unit Intel Kodim di salah satu kabupaten di Kalimantan berujung pada kegelisahan publik setelah seorang terduga bandar besar narkoba yang berhasil ditangkap justru dilepas setelah diserahkan ke pihak Polres setempat. Peristiwa ini memantik tanda tanya besar dan memicu gelombang kritik terhadap penanganan kasus peredaran narkoba yang selama ini dianggap sebagai “musuh bersama bangsa”.
Penangkapan ini terjadi pada awal pekan ketika Unit Intel Kodim melakukan pengintaian panjang terhadap jaringan peredaran narkoba yang diduga telah beroperasi lintas kabupaten selama berbulan-bulan. Dengan informasi akurat dan operasi taktis, terduga bandar berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, barang bukti dengan nilai tinggi sempat diamankan dalam proses penangkapan tersebut. “Ini bukan pemain kecil. Ini bos lapangan,” ujar sumber itu kepada ifaupdatenews.com.
Namun yang terjadi berikutnya membuat publik terperangah. Setelah diserahkan secara resmi ke Polres, terduga bandar tersebut justru dikabarkan dilepas hanya dalam hitungan jam, tanpa penjelasan transparan kepada publik maupun pihak yang menyerahkannya. Tidak ada rilis resmi, tidak ada penahanan lanjutan, bahkan barang bukti disebutkan tidak semuanya dipaparkan.
Kabar pelepasan inilah yang kini menjadi sorotan. Warga, tokoh masyarakat, hingga aktivis anti-narkoba mempertanyakan motif di balik langkah tersebut. Spekulasi liar bermunculan, mulai dari dugaan permainan “orang dalam”, intervensi pihak tertentu, hingga kompromi yang mengaburkan proses penegakan hukum.
Ketua salah satu organisasi pemuda di wilayah itu menegaskan bahwa tindakan semacam ini dapat merusak moral aparat dan memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.
“Ini memalukan. Prajurit TNI sudah bekerja keras di lapangan, mempertaruhkan nyawa. Kok ketika diserahkan, malah dilepas begitu saja? Ada apa?” ujarnya geram.
Di media sosial, warganet memenuhi kolom komentar dengan nada kekecewaan. Banyak yang menuntut Kapolres memberikan klarifikasi terbuka dan memastikan bahwa proses hukum tidak hanya berjalan di atas kertas. “Peredaran narkoba sudah merajalela. Kalau bandarnya saja dilepas, bagaimana mau memberantas jaringan?” tulis seorang pengguna.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres masih belum memberikan pernyataan resmi yang menjelaskan dasar hukum atau pertimbangan yang menyebabkan terduga bandar tersebut tidak ditahan. Sementara itu, pihak Kodim memilih bersikap profesional dan menunggu respons resmi dari kepolisian, namun sejumlah anggota menyatakan kecewa karena upaya intelijen mereka justru terkesan sia-sia.
Kasus ini berpotensi menjadi sorotan nasional apabila tidak ada langkah transparansi dari aparat terkait. Publik menuntut agar peredaran narkoba — yang telah merusak generasi muda dari desa hingga kota — tidak lagi ditangani dengan cara setengah hati.
Penegakan hukum harus tegas, konsisten, dan bebas dari intervensi kepentingan apa pun.
ifaupdatenews.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyampaikan setiap informasi terbaru kepada publik.
Pewarta : ifa
