Surabaya | Ifaupdatenews.com —
Peringatan Hari Ibu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dalam membangun fondasi keluarga, masyarakat, hingga masa depan bangsa. Penegasan tersebut disampaikan Direktur PT IFAH Makmur Sentosa, Musrifah S.Sos., S.H., dalam ucapan Selamat Hari Ibu yang sarat makna dan nilai kebangsaan.
Musrifah menekankan bahwa sosok ibu merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, integritas, dan arah masa depan generasi penerus. Dari keteladanan seorang ibu, lahir nilai-nilai kejujuran, keteguhan sikap, serta keberanian moral yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Ibu bukan hanya sumber kasih sayang, tetapi juga sekolah pertama bagi manusia. Dari ibu tumbuh nilai moral, ketegasan sikap, serta keberanian untuk berdiri di atas prinsip kebenaran,” ujar Musrifah, Senin (22/12/2025).
Sebagai perempuan yang aktif berkiprah di dunia hukum dan media, Musrifah menegaskan bahwa peran ibu di era modern telah melampaui batas-batas domestik. Perempuan kini hadir sebagai penggerak perubahan sosial, penjaga nurani publik, sekaligus aktor penting dalam memperkuat demokrasi dan keadilan.
Ia juga menyoroti perjuangan para ibu yang kerap berlangsung dalam senyap, namun memiliki dampak menentukan bagi arah kehidupan keluarga dan masyarakat. Keteguhan seorang ibu, menurutnya, sering kali menjadi benteng terakhir dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus pragmatisme dan kepentingan sesaat.
“Hari Ibu adalah pengingat bahwa kekuatan bangsa ini bertumpu pada ketangguhan perempuan, terutama para ibu, yang tanpa pamrih mendidik, mengorbankan waktu, dan menanamkan arti tanggung jawab serta keadilan,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai advokat, Musrifah juga menekankan pentingnya perlindungan hukum yang berkeadilan bagi perempuan dan ibu, agar mereka dapat menjalankan peran strategisnya secara bermartabat dan setara. Ia mendorong semua pihak untuk tidak berhenti pada apresiasi simbolik, melainkan menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada hak-hak perempuan.
Ucapan Selamat Hari Ibu dari Musrifah S.Sos., S.H. ini menjadi refleksi mendalam tentang kepemimpinan perempuan yang berakar pada empati, keteguhan prinsip, dan keberanian moral—sebuah pesan yang relevan di tengah kebutuhan bangsa akan figur-figur yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara nurani.
“Selamat Hari Ibu. Terima kasih atas doa, keteguhan, dan cinta yang tak pernah berhenti mengalir. Dari ibu, bangsa ini belajar tentang arti keikhlasan dan keberanian,” pungkasnya.
Pewarta: IFA
