WwwIfaupdatenews.com – Pewarta: Ifa
Jakarta — Penulis dan pengamat sosial-politik Saiful Huda Ems (SHE) kembali melontarkan kritik tajam terhadap arah penyelenggaraan negara. Dalam tulisan opini terbarunya, SHE menilai Indonesia saat ini berada dalam “cengkeraman kelompok bermental mafioso” yang disebutnya semakin leluasa mempengaruhi keputusan negara, termasuk proses penegakan hukum.
Tulisan tersebut viral pada Kamis (11/12/2025) karena berisi kritik keras mengenai praktik kekuasaan, mandeknya penanganan kasus korupsi tertentu, hingga tragedi kebakaran gedung Terra Drone Building di Kemayoran, Jakarta Pusat.
SHE: Banyak Keputusan Negara Serampangan dan Berisiko bagi Rakyat
Dalam opininya, SHE menegaskan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, ia melihat pola kekuasaan yang dianggap mengarah pada praktik mafia.
mafia“Banyak keputusan penting negara yang merugikan rakyat dilakukan secara serampangan, bahkan dipaksakan lewat prosedur formal,” tulis SHE.
Ia juga menyinggung bahwa para elite politik maupun bisnis tertentu diduga mendapatkan keistimewaan hukum yang tidak dimiliki masyarakat umum.
Menurutnya, fenomena tersebut jauh lebih buruk dibanding pandangan masa kecilnya tentang Italia sebagai negara mafia.
Mandeknya Pemanggilan Bobby Nasution oleh Penyidik KPK
SHE juga mengkritisi dinamika penanganan kasus dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara. Dalam kasus itu, menantu Presiden Joko Widodo yang kini menjabat Gubernur Sumut, Bobby Nasution, disebut-sebut belum juga dipanggil penyidik KPK sebagai saksi.
Padahal, menurut SHE, Dewan Pengawas (Dewas) KPK telah memanggil sejumlah pejabat internal KPK, antara lain:
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu (2/12/2025)
Tim Penyidik dan Kasatgas Penyidikan AKBP Rosa Purbo Bekti (4/12/2025)
Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait alasan tidak dipanggilnya Bobby sebagai saksi.
Namun hingga kini, kata SHE, publik belum mengetahui hasil pemeriksaan Dewas tersebut.
“Seolah semua berita hasil pemeriksaannya menghilang, hanyut bersama derasnya berita banjir di tiga provinsi di Sumatera,” ungkapnya.
SHE menilai keputusan Dewas yang menyatakan seluruh prosedur sudah sesuai SOP telah melukai rasa keadilan publik.
“Hanya di negara fasis atau dikuasai para mafioso, hukum tidak mampu menyentuh orang yang dekat dengan kekuasaan,” tegasnya.
Kebakaran Gedung Terra Drone Ikut Disorot, SHE Curiga Ada Kepentingan Besar
Tragedi kebakaran Terra Drone Building pada Selasa (9/12/2025) yang menewaskan 22 orang juga tidak luput dari sorotan SHE. Dalam tulisannya, ia menyebut ada dugaan publik bahwa insiden tersebut berhubungan dengan bencana banjir bandang di tiga provinsi di Sumatera.
Terra Drone diketahui menangani pemetaan lahan perkebunan sawit dalam skala besar. Menurut SHE, publik mencurigai kebakaran itu mungkin berkaitan dengan upaya menghilangkan data penting terkait alih fungsi hutan dan perubahan tutupan lahan.
“Banyak yang menduga kebakaran itu disengaja pihak tertentu untuk menghanguskan data-data pemetaan,” tulisnya.
Meski opini tersebut beredar luas, hingga kini aparat berwenang belum mengungkap penyebab pasti kebakaran dan belum ada bukti yang menguatkan dugaan publik tersebut.
“Indonesia Sedang Dirusak Para Mafioso”
SHE menutup opininya dengan pernyataan keras mengenai arah perjalanan negeri.
“Inilah gambaran betapa negeri kita telah dirusak dan dikuasai para Mafioso yang sampai sekarang masih dilindungi penguasa,” ujarnya.
Tulisan tersebut memancing beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian menganggap kritik SHE relevan di tengah berbagai persoalan penegakan hukum dan tata kelola negara. Namun sebagian lainnya menilai perlu kehati-hatian agar tuduhan tidak menimbulkan disinformasi sebelum ada pembuktian resmi dari aparat penegak hukum.
SHE meminta publik ikut mengawasi proses hukum yang berjalan dan tidak diam melihat dugaan ketimpangan penegakan hukum.
Opini SHE ini kembali menunjukkan betapa kuatnya suara publik menuntut transparansi dan keadilan di negeri ini.
