IfauUpdateNews.com | Nasional
Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi. Melalui ajakan terbuka kepada Sekretaris Jenderal Yayasan Lembaga Indonesia (YLI) serta jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJI, Ketum PJI mengimbau seluruh jaringan untuk aktif menyosialisasikan dan mengajak calon peserta mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
Ajakan tersebut bukan sekadar seruan biasa. Dalam pesan yang disampaikan secara internal organisasi, Hartanto Boechori secara tegas membuka ruang kolaborasi dan partisipasi aktif dengan memberikan insentif sebesar Rp500.000 per orang bagi setiap pihak yang berhasil merekomendasikan peserta PKPA.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret dalam membangun ekosistem profesi yang kuat, berintegritas, dan memiliki kompetensi hukum yang mumpuni, khususnya bagi insan pers dan mitra strategis PJI yang ingin memperluas kapasitas keilmuan serta profesionalisme.
“Silakan bantu kalau ada kawan yang mau ikut PKPA. Ada insentif lima ratus ribu rupiah per orang,” ujar Hartanto Boechori dalam keterangannya.
Dorong Sinergi Pers dan Profesi Hukum
Program PKPA yang didorong oleh PJI ini dipandang sebagai langkah visioner, mengingat tantangan dunia jurnalistik saat ini tidak hanya berkutat pada produksi informasi, tetapi juga bersinggungan erat dengan aspek hukum, etika, dan perlindungan profesi.
Dengan pemahaman hukum yang kuat, insan pers diharapkan tidak hanya mampu menyajikan berita yang tajam dan berimbang, tetapi juga memiliki bekal menghadapi persoalan hukum yang kerap muncul dalam praktik jurnalistik, mulai dari sengketa pemberitaan, hak jawab, hingga perlindungan hukum bagi jurnalis.
Hartanto Boechori menegaskan bahwa PJI tidak ingin berhenti pada penguatan organisasi secara struktural semata, melainkan juga membangun kualitas individu anggota dan jejaringnya agar mampu bersaing dan berkontribusi lebih luas bagi bangsa dan negara.
Insentif Sebagai Bentuk Apresiasi Gerakan Kolektif
Pemberian insentif dinilai sebagai bentuk apresiasi nyata atas kerja kolektif dan kepedulian pengurus serta anggota dalam membesarkan program strategis organisasi. Skema ini diharapkan dapat memicu semangat kebersamaan, solidaritas, dan peran aktif seluruh elemen PJI dalam menyukseskan program PKPA.
Selain itu, pola pendekatan berbasis insentif ini juga menunjukkan bahwa PJI dikelola secara profesional, terukur, dan memiliki orientasi hasil, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan etika organisasi.
Tegaskan Arah Besar PJI
Di bawah kepemimpinan Hartanto Boechori, PJI terus menegaskan diri sebagai organisasi pers yang tidak hanya vokal dalam isu kebebasan pers, tetapi juga progresif dalam peningkatan kapasitas anggotanya. Dorongan mengikuti PKPA menjadi salah satu bukti bahwa PJI memandang penting integrasi antara jurnalisme dan pemahaman hukum sebagai fondasi utama pers yang kuat dan bertanggung jawab.
Ajakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa PJI membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota dan jejaring untuk berkembang, berdaya saing, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor profesi.
Dengan semangat “Salam Kompak”, Ketua Umum PJI berharap seluruh elemen organisasi dapat bergerak seirama, menjadikan program PKPA sebagai momentum peningkatan kualitas, martabat, dan posisi tawar insan pers di tengah dinamika nasional yang semakin kompleks.
Ifaupdatenews.com akan terus mengikuti dan memberitakan langkah-langkah strategis PJI dalam memperkuat peran jurnalis serta kontribusinya dalam pembangunan hukum dan demokrasi di Indonesia.
Pewarta: Ifa
Editor: Redaksi IfauUpdateNews.com
