IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Mantan Relawan Jokowi, Ketua Umum PP Harimau Jokowi Saiful Huda EMS Desak Jokowi Bertobat

Mantan Relawan Jokowi, Ketua Umum PP Harimau Jokowi Saiful Huda EMS Desak Jokowi Bertobat

  


WwwIfaupdatenews.com

JAKARTA – Gelombang kritik terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini muncul dari barisan yang dulu paling loyal. Saiful Huda EMS (SHE), mantan relawan Jokowi sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, menyerukan agar Jokowi melakukan refleksi dan pertobatan politik atas jejak kekuasaan yang ditinggalkannya.

Saiful Huda menegaskan bahwa desakan tersebut bukan dilandasi kebencian personal, melainkan lahir dari kegelisahan mendalam terhadap arah perjalanan bangsa selama Jokowi memimpin Indonesia. Ia mengaku berada di garis depan perjuangan saat Jokowi masih menjadi simbol harapan rakyat kecil, figur pemimpin sederhana yang digadang-gadang mampu melawan dominasi oligarki.

“Saya mendukung Jokowi karena keyakinan bahwa beliau akan berdiri bersama rakyat, bukan karena kepentingan kekuasaan. Namun dalam praktiknya, banyak kebijakan justru menjauh dari cita-cita awal itu,” ujar Saiful Huda EMS (SHE).

Kritik dari Orang Dalam: Lebih Tajam dari Oposisi

Menurut Saiful Huda, kritik yang datang dari mantan relawan jauh lebih substansial dibanding serangan politik oposisi. Ia menilai bahwa selama masa kepemimpinan Jokowi, terjadi pembiaran terhadap berbagai praktik yang dinilai melemahkan demokrasi, memperkuat oligarki, serta mengabaikan suara rakyat kecil.

Ia menekankan bahwa kekuasaan seharusnya menjadi alat pengabdian, bukan sarana kompromi dengan kepentingan elite ekonomi dan politik.

“Ketika kekuasaan tidak lagi dikontrol oleh nurani, maka ia akan melahirkan ketidakadilan. Inilah yang kami rasakan selama beberapa tahun terakhir,” tegasnya.

Seruan Pertobatan Politik dan Moral

Saiful Huda menilai bahwa pertobatan politik yang ia maksud bukan sekadar pengakuan kesalahan, melainkan keberanian untuk membuka ruang evaluasi jujur terhadap seluruh kebijakan strategis yang telah diambil selama Jokowi berkuasa.

Ia menyebut bahwa sejarah tidak akan mencatat seseorang berdasarkan popularitas semata, tetapi berdasarkan keberanian moralnya dalam menjaga amanat rakyat.

“Masih ada kesempatan untuk dikenang secara bermartabat. Bertobatlah secara politik dan moral. Akui kesalahan, luruskan niat, dan berhentilah membiarkan demokrasi dikerdilkan,” kata Saiful.

Peringatan untuk Masa Depan Bangsa

Lebih lanjut, Saiful Huda mengingatkan bahwa dampak dari kebijakan seorang presiden tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir. Jejak kebijakan akan diwariskan dan dirasakan oleh generasi berikutnya, baik dalam bentuk kesejahteraan maupun krisis kepercayaan publik terhadap negara.

Ia menilai bahwa tanpa koreksi serius, bangsa ini berpotensi terjebak dalam lingkaran kekuasaan yang jauh dari nilai keadilan sosial.

“Negara ini dibangun dengan darah dan air mata rakyat. Jangan biarkan kekuasaan menghapus nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi republik,” ujarnya.

Pesan untuk Rakyat: Demokrasi Harus Dijaga

Dalam pernyataannya, Saiful Huda juga mengajak masyarakat untuk tidak apatis. Menurutnya, demokrasi hanya akan hidup jika rakyat berani bersuara, mengkritik, dan mengawasi setiap bentuk kekuasaan.

 “Diam adalah bentuk persetujuan. Rakyat harus berani bersikap, karena kebenaran tidak akan pernah lahir dari ketakutan,” pungkasnya.

Pernyataan keras Saiful Huda EMS (SHE) ini menegaskan bahwa kritik terhadap Jokowi kini tidak hanya datang dari luar lingkar kekuasaan, tetapi juga dari mereka yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya. Sebuah sinyal bahwa kepercayaan publik adalah amanah yang tidak bisa dipertahankan tanpa integritas dan keberanian moral.

Klarifikasi Redaksi

Sebagai produk jurnalistik, pemberitaan ini memuat pandangan, sikap, dan pernyataan narasumber yang disampaikan secara terbuka kepada publik. Media menjalankan fungsi pers sebagai sarana informasi, kontrol sosial, dan edukasi masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan menjunjung tinggi asas kepentingan umum, itikad baik, dan kebebasan berekspresi.

Pewarta: Ifa

Media: Ifaupdatenews.com

Lebih baru Lebih lama