IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Momentum Suci Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial

Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Momentum Suci Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial


WwwIfaupdatenews.com | Pewarta: Ifa

NASIONAL – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang dinanti umat Islam di seluruh dunia diperkirakan akan segera tiba pada Februari 2026. Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum sakral untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepekaan sosial di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.

Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, shalat Tarawih pertama diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 17 Februari 2026, sementara puasa pertama akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan menyambut malam takbiran pada Kamis, 19 Maret 2026, yang dilanjutkan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.

Ramadhan selalu hadir membawa pesan ketenangan, kesabaran, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Di bulan ini, umat Islam diajak untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari segala bentuk perilaku yang menjauhkan diri dari nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.

Pemilik sejumlah media nasional yang bernaung di bawah PT IFAH MAKMUR SANTOSA, Musrifah, S.Sos., S.H., menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momen refleksi sekaligus penguatan peran media dalam menyebarkan informasi yang mencerahkan, menyejukkan, dan berimbang.

“Ramadhan adalah bulan pembelajaran spiritual dan sosial. Media memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga membawa nilai edukasi, empati, dan persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, Ramadhan menjadi pengingat bahwa kejujuran, etika, dan integritas harus tetap menjadi fondasi utama, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam praktik jurnalistik.

Selama Ramadhan, aktivitas ibadah seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan. Hal ini mencerminkan kuatnya semangat berbagi dan solidaritas sosial, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terus hidup, bahkan setelah Ramadhan berlalu.

Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, Ramadhan adalah ruang pembentukan karakter, tempat manusia kembali menata niat, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan, baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Dengan penuh harap dan doa, umat Islam memohon agar kembali dipertemukan dengan bulan penuh ampunan ini.

“Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan-Mu, ya Allah, dalam keadaan sehat, iman yang kuat, dan hati yang bersih,” menjadi doa yang terus terlantun menjelang datangnya bulan suci.

Ramadhan 1447 Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi momen ibadah personal, tetapi juga menjadi energi kolektif untuk membangun masyarakat yang lebih beradab, adil, dan penuh kepedulian.

Lebih baru Lebih lama