SURABAYA | Ifaupdatenews.com
Pewarta: Ifa
Kesabaran aparat kepolisian kembali membuahkan hasil. Aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang selama ini meresahkan masyarakat Surabaya dan sekitarnya akhirnya berhasil diakhiri secara tuntas. Seorang pelaku utama yang tercatat terlibat dalam sedikitnya 19 Tempat Kejadian Perkara (TKP) berhasil diamankan setelah kedok penyamarannya sebagai penjual pentol keliling terbongkar.
Penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan dengan modus secanggih apa pun tidak akan mampu mengalahkan ketelitian, kesabaran, dan profesionalisme aparat kepolisian.
Pelaku diketahui dengan sengaja menyamarkan diri sebagai pedagang pentol guna mengelabui warga sekaligus memantau situasi lingkungan sebelum melancarkan aksinya. Modus ini membuat pelaku kerap luput dari kecurigaan masyarakat. Namun justru dari penyamaran terbuka itulah, aparat berhasil membaca pola gerak pelaku secara detail.
Gerak Cepat, Terukur, dan Profesional
Tim kepolisian bergerak cepat setelah mengantongi cukup bukti dan hasil pemetaan lapangan yang matang. Penangkapan dilakukan secara terukur, rapi, dan tanpa kegaduhan, mencerminkan standar tinggi profesionalisme aparat penegak hukum.
Tak hanya pelaku utama, polisi juga berhasil mengamankan penadah yang berperan menampung hasil kejahatan. Dari pengungkapan tersebut, tiga unit sepeda motor hasil curian berhasil disita sebagai barang bukti. Sementara itu, proses pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk menelusuri dan mengamankan unit kendaraan lainnya yang diduga telah berpindah tangan.
Pesan Tegas untuk Pelaku Kejahatan
Pengungkapan kasus ini mengirimkan pesan keras dan jelas:
tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan, sekalipun mereka bersembunyi di balik profesi yang tampak sederhana dan merakyat.
Keberhasilan ini juga sekaligus menjadi peringatan bagi jaringan kejahatan serupa bahwa aparat tidak bekerja secara instan, tetapi pasti dan presisi. Setiap jejak, sekecil apa pun, akan bermuara pada satu titik: penegakan hukum.
Apresiasi untuk Aparat Kepolisian
Masyarakat Surabaya patut memberikan apresiasi atas kinerja aparat kepolisian yang konsisten menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Penangkapan ini bukan hanya soal menindak pelaku, tetapi juga mengembalikan rasa aman publik, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan yang merugikan masyarakat luas.
Dengan pengungkapan kasus ini, kepolisian menunjukkan bahwa negara hadir, bekerja, dan tidak pernah berhenti melindungi warganya.
Sebagaimana pepatah hukum yang kian relevan hari ini:
“Sepintar apa pun pelaku menyamar, kejahatan selalu meninggalkan jejak. Dan jejak itu, cepat atau lambat, akan berakhir di tangan aparat.”
Sumber Foto: @surabayapolice1.official
