WwwIfaupdatenews.com | Pewarta: Ifa
Menjelang perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, suara kritis kembali menggema dari Kantor Hukum Saiful Huda, SH & Partners – Advokat/Pengacara & Konsultan Hukum. Dalam sebuah pernyataan video yang sarat pesan moral, refleksi kebangsaan, serta peringatan keras terhadap arah penyelenggaraan pemerintahan, Saiful Huda EMS (SHE) menyampaikan ucapan lintas iman sekaligus kritik tajam atas kondisi Indonesia pasca satu dekade terakhir.
Mengawali pernyataannya, Saiful Huda menyampaikan salam kebangsaan dan toleransi. Ia mengucapkan Selamat Natal 2025 kepada umat Kristiani serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, momentum akhir tahun seharusnya tidak berhenti pada euforia perayaan, melainkan menjadi ruang refleksi nasional yang jujur dan berani.
“Penyelenggaraan pemerintahan kita sedang tidak baik-baik saja,” tegas Saiful Huda.
Krisis Berlapis: Politik, Konstitusi, dan Ekologi
Saiful Huda menilai sepanjang tahun 2025, Indonesia menghadapi krisis berlapis yang tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari persoalan politik dan ketatanegaraan, melemahnya penegakan hukum, hingga bencana ekologis yang terus berulang.
Ia menyoroti masifnya perusakan hutan, hilangnya kawasan resapan air, serta eksploitasi sumber daya alam yang dinilai berlangsung tanpa kendali dan minim keberpihakan pada kepentingan rakyat serta keberlanjutan generasi mendatang.
Menurutnya, kerusakan lingkungan bukan semata persoalan alam, melainkan buah dari kebijakan pemerintahan yang mengabaikan prinsip kehati-hatian, keadilan ekologis, dan tanggung jawab konstitusional.
Kritik Terbuka terhadap Pemerintahan Jokowi
Dalam pernyataannya, Saiful Huda secara terbuka mengkritisi pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai berbagai persoalan tata kelola kekuasaan, kemunduran etika bernegara, serta degradasi supremasi hukum yang dirasakan publik saat ini merupakan akumulasi dari praktik pemerintahan selama satu dekade terakhir.
Ia juga menyinggung sejumlah persidangan kasus korupsi yang kerap menyeret nama lingkaran kekuasaan, namun menurutnya tidak pernah benar-benar menyentuh aktor-aktor utama yang disebut dalam fakta persidangan.
“Hukum terlihat lumpuh ketika berhadapan dengan kekuasaan,” ujarnya.
Saiful Huda menyampaikan keprihatinan terhadap aparat penegak hukum yang dinilai kehilangan independensi dan keberanian, sehingga hukum kerap dipersepsikan tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
Peringatan Keras bagi Pemerintahan Prabowo
Tak hanya berhenti pada kritik masa lalu, Saiful Huda juga menyampaikan peringatan terbuka kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa pemerintahan saat ini memikul tanggung jawab besar untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan.
Menurutnya, jika pemerintah tidak berani menegakkan hukum secara adil, objektif, dan tanpa pandang bulu, maka potensi kekecewaan publik dapat berkembang menjadi gejolak sosial yang lebih luas.
“Jika hukum terus dibiarkan tumpul ke atas dan tajam ke bawah, rakyat yang merasa dibohongi dan dicurangi bisa menuntut keadilan dengan cara mereka sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa ketidakadilan yang dipendam terlalu lama dapat meledak menjadi krisis nasional yang jauh lebih serius.
Revolusi Mawar: Perubahan Tanpa Kekerasan
Menariknya, Saiful Huda menegaskan bahwa kritik keras tersebut tidak disertai seruan kekerasan. Ia justru menawarkan gagasan “Revolusi Mawar”, sebuah konsep perubahan sosial yang bermartabat, berlandaskan nilai cinta, kasih sayang, dan kesadaran moral.
Baginya, mawar adalah simbol perjuangan yang damai, jauh dari kebencian dan dendam. Ia menekankan bahwa perubahan sejati hanya akan bermakna jika dilakukan demi menjaga dan memperbaiki republik, bukan menghancurkannya.
“Revolusi Mawar adalah revolusi yang disemangati cinta kepada negeri, bukan kebencian terhadap sesama,” ujarnya.
Pesan Akhir Tahun: Merdeka dalam Keadilan
Menutup pernyataannya, Saiful Huda berharap tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan kesadaran hukum, keberanian moral, serta komitmen pemerintah untuk kembali menegakkan konstitusi secara konsisten.
Ia meyakini bahwa kebenaran tidak pernah bisa dikubur selamanya, dan keadilan akan menemukan jalannya ketika rakyat terus menjaga nurani bangsa.
“Pemerintah boleh berganti, kekuasaan bisa berubah, tetapi keadilan harus tetap hidup. Percayalah, keadilan itu akan datang. Merdeka,” pungkasnya.
Catatan Redaksi
Pernyataan ini merupakan pandangan pribadi Saiful Huda EMS (SHE) sebagai advokat dan warga negara. Redaksi Ifaupdatenews.com memuat pernyataan ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Kritik yang disampaikan ditujukan kepada kebijakan dan praktik pemerintahan, bukan terhadap negara atau sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.
