IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Abdullah Ramli: Sabar Membentuk Pribadi Tangguh dan Mendatangkan Kecintaan Allah

Abdullah Ramli: Sabar Membentuk Pribadi Tangguh dan Mendatangkan Kecintaan Allah


IfaUpdateNews.com | Minggu, 1 Februari 2026

Surabaya – Kesabaran bukan sekadar sikap pasif atau menahan emosi, melainkan kekuatan mental dan spiritual yang membentuk karakter manusia menjadi pribadi yang tangguh, tenang, dan berintegritas. Hal tersebut disampaikan Abdullah Ramli dalam refleksi spiritualnya mengenai nilai sabar dalam kehidupan modern yang sarat tekanan dan konflik sosial.

Menurut Abdullah Ramli, kesabaran memiliki manfaat multidimensi yang melampaui aspek keagamaan, karena juga berimplikasi langsung pada kesehatan mental dan stabilitas psikologis seseorang.

“Sabar memberikan manfaat besar, baik secara mental maupun spiritual, yaitu membentuk pribadi yang kuat, tenang, tidak mudah menyerah, dan pemaaf. Secara spiritual, sabar mendatangkan kecintaan Allah, pahala tanpa batas, dan dihapus dosanya. Secara psikologis, ia meningkatkan kontrol diri, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan,” tegas Abdullah Ramli, Minggu (1/2/2026).

Sabar sebagai Pilar Ketahanan Pribadi

Abdullah Ramli menekankan bahwa kesabaran merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan pribadi di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, sabar bukan hanya sikap menunggu, tetapi strategi aktif dalam mengelola emosi, mengambil keputusan rasional, dan menjaga hubungan sosial.

Ia menyebutkan bahwa individu yang memiliki kesabaran cenderung tidak reaktif, lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, serta mampu menjaga etika komunikasi di ruang publik.

“Di era serba cepat dan penuh provokasi, sabar menjadi tameng utama agar manusia tidak terjebak dalam konflik emosional yang merusak diri sendiri dan lingkungan sosial,” ujarnya.

Dimensi Spiritual: Jalan Menuju Kedekatan Ilahi

Dalam perspektif spiritual, Abdullah Ramli menjelaskan bahwa kesabaran merupakan salah satu nilai utama yang dijunjung tinggi dalam ajaran agama. Kesabaran menjadi indikator kedewasaan iman sekaligus jalan menuju kedekatan dengan Tuhan.

Ia mengutip bahwa kesabaran mendatangkan pahala tanpa batas serta menjadi sarana penghapus dosa, sekaligus simbol ketundukan dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kehidupan.

“Sabar adalah bukti kedalaman spiritual. Ia bukan hanya sikap, tetapi ibadah batin yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai ketuhanan,” tambahnya.

Manfaat Psikologis dan Kesehatan Mental

Tak hanya dalam aspek spiritual, Abdullah Ramli juga menyoroti manfaat kesabaran dari sudut pandang psikologis. Kesabaran, menurutnya, berperan penting dalam meningkatkan kontrol diri, mengurangi tekanan mental, serta menjaga stabilitas emosi.

Ia menjelaskan bahwa individu yang mampu bersabar cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, mampu mengelola konflik secara sehat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Sabar membuat seseorang lebih tenang, tidak mudah cemas, dan lebih resilien dalam menghadapi tekanan hidup. Ini berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental,” paparnya.

Refleksi Sosial di Tengah Dinamika Zaman

Abdullah Ramli juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kesabaran sebagai nilai sosial kolektif, terutama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Ia menilai bahwa kesabaran kolektif dapat meredam polarisasi, meningkatkan dialog konstruktif, serta memperkuat persatuan.

“Jika kesabaran menjadi budaya, maka konflik bisa dikelola dengan cara beradab, dan perbedaan tidak lagi menjadi sumber perpecahan, tetapi kekayaan peradaban,” tandasnya.

Penutup: Sabar sebagai Investasi Karakter

Di akhir pernyataannya, Abdullah Ramli menegaskan bahwa kesabaran adalah investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter manusia yang bermartabat. Kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan simbol kekuatan intelektual, emosional, dan spiritual.

Ia berharap nilai sabar dapat terus ditanamkan dalam pendidikan, keluarga, dan ruang publik sebagai fondasi pembangunan manusia yang beradab dan berintegritas.

Lebih baru Lebih lama