IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Isra Mi’raj Dinodai Tarian Erotis, Advokat Cak Sholeh Desak Proses Hukum: “Ini Penghinaan terhadap Agama”

Isra Mi’raj Dinodai Tarian Erotis, Advokat Cak Sholeh Desak Proses Hukum: “Ini Penghinaan terhadap Agama”


Ifaupdatenews.com | Nasional | Hukum & Peristiwa

Banyuwangi — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang seharusnya dijalankan dengan penuh kekhusyukan dan kesakralan justru menuai kecaman keras publik. Sebuah video viral memperlihatkan acara Isra Mi’raj di Desa Disonggon, Kabupaten Banyuwangi, disusupi pertunjukan joget-joget dengan nuansa tarian erotis, diiringi musik orkes, sementara backdrop panggung masih menampilkan tulisan peringatan Isra Mi’raj.

Peristiwa ini memicu kemarahan umat Islam di berbagai daerah. Banyak pihak menilai telah terjadi pencederan nilai-nilai keagamaan sekaligus dugaan penghinaan terhadap upacara keagamaan yang sakral.

Sorotan tajam datang dari Cak Sholeh, tokoh masyarakat sekaligus advokat, yang secara terbuka mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etika. Ini sudah masuk wilayah dugaan penghinaan terhadap agama dan peristiwa kenabian. Negara tidak boleh diam,” tegas Cak Sholeh dalam video pernyataannya yang turut viral di media sosial.

Status Advokat: Pernyataan Berbasis Etika dan Hukum

Sebagai advokat, Cak Sholeh menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf, apalagi klarifikasi sepihak dari panitia.

Ia menilai, pencampuran acara keagamaan dengan hiburan bernuansa erotis — terlebih masih menggunakan atribut dan simbol Isra Mi’raj — berpotensi melanggar prinsip hukum dan norma sosial-keagamaan.

“Isra Mi’raj itu peristiwa agung, sangat disakralkan umat Islam. Ini bukan acara hiburan rakyat, bukan jalan sehat. Kalau dalihnya untuk menghibur panitia, logikanya di mana?” ujarnya.

Klarifikasi Panitia Dinilai Lemah

Ketua panitia sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan bahwa joget-joget tersebut dilakukan setelah acara Isra Mi’raj selesai. Namun, klarifikasi ini justru dinilai tidak masuk akal dan memperkeruh situasi.

Pasalnya, dalam video yang beredar luas, tulisan peringatan Isra Mi’raj masih terpampang jelas di belakang panggung saat tarian berlangsung.

“Kalau acara sudah selesai, kenapa simbol dan backdrop keagamaan masih digunakan? Ini justru memperkuat dugaan pencemaran makna acara,” tambah Cak Sholeh.

Sentilan terhadap Ketimpangan Sikap Umat

Cak Sholeh juga menyoroti ketimpangan reaksi sebagian kelompok umat yang dinilai lebih cepat bereaksi saat isu tertentu menyangkut figur atau kelompok, namun terkesan diam ketika simbol kenabian dinilai dilecehkan.

“Kemarin ada yang demo besar-besaran karena merasa kiai dilecehkan. Sekarang Nabi Muhammad SAW yang dilecehkan secara terbuka, kok justru sunyi? Jangan sampai membela guru lebih keras daripada membela Nabi,” sindirnya.

Pernyataan ini menggugah kesadaran publik agar tidak tebang pilih dalam membela kehormatan ajaran Islam.

Desakan Aparat Bertindak Tegas

Sebagai advokat, Cak Sholeh secara eksplisit meminta kepolisian dan aparat penegak hukum segera turun tangan agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk.

“Kalau ini dibiarkan, akan muncul pembenaran bahwa acara keagamaan boleh dicampuradukkan dengan apa pun. Ini berbahaya bagi tatanan sosial dan keagamaan,” tegasnya.

Sejumlah pihak bahkan mendorong agar aparat mengkaji pasal-pasal dalam KUHP serta regulasi terkait penodaan agama, guna memastikan ada kepastian hukum dan efek jera.


Ujian Negara dalam Menjaga Kesakralan Agama

Kasus Disonggon Banyuwangi kini menjadi ujian bagi negara dalam menjaga kehormatan agama dan ketertiban sosial. Publik menilai, penegakan hukum yang tegas akan menjadi pesan kuat bahwa ritual keagamaan tidak boleh direduksi menjadi sekadar formalitas yang bisa dicampuradukkan dengan hiburan vulgar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait langkah hukum lanjutan. Masyarakat kini menanti, apakah kasus ini akan ditangani secara serius atau kembali menguap tanpa kejelasan.

Pewarta: Ifa

Editor: Redaksi Ifaupdatenews.com

Lebih baru Lebih lama