IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Menyambut Malam Nisfu Sya’ban, Momentum Pembersihan Jiwa dan Penguatan Moral Umat

Menyambut Malam Nisfu Sya’ban, Momentum Pembersihan Jiwa dan Penguatan Moral Umat


Ifaupdatenews.com

Pewarta: Ifa

Jum’at, 30 Januari 2026

SURABAYA — Umat Islam kembali diingatkan untuk mempersiapkan diri menyambut Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada Senin malam Selasa, 2 Februari 2026, bertepatan dengan malam ke-15 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah. Malam istimewa ini diyakini sebagai salah satu malam penuh rahmat, ampunan (maghfiroh), serta pengabulan doa-doa bagi hamba yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam berbagai literatur dan tradisi keislaman, Malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai momentum spiritual penting, di mana Allah Ta’ala membuka pintu pengampunan seluas-luasnya kepada seluruh penduduk bumi, khususnya hamba-hamba-Nya yang beriman, bertaubat, dan berupaya memperbaiki diri. Momentum ini menjadi ruang refleksi untuk menata ulang niat, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.

Sejak ba’da Maghrib, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai amalan ibadah, dzikir, serta doa. Salah satu amalan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat dan harapan yang berbeda.

Surah Yasin pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan, ketakwaan, serta keistikamahan kepada Allah Ta’ala. Surah Yasin kedua dibaca sebagai doa agar Allah melapangkan rezeki yang halal serta menjauhkan dari segala bentuk bala dan musibah. Sementara Surah Yasin ketiga dipanjatkan sebagai ikhtiar batin agar iman dan Islam tetap terjaga hingga akhir hayat.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, shalawat Nabi, tahmid, dan takbir, serta doa-doa lainnya dengan penuh kekhusyukan. Malam Nisfu Sya’ban diyakini sebagai malam yang mustajab, di mana doa-doa yang dipanjatkan dengan keikhlasan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.


Keutamaan Nisfu Sya’ban dalam Pandangan Ulama

Imam Al-Ghazali Rahimahullah menyebut Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang sarat dengan syafaat dan pertolongan Allah. Dalam penjelasannya, malam ini menjadi titik penting dalam perjalanan spiritual umat Islam, di mana catatan amal selama satu tahun diperbaharui dan limpahan kebaikan diberikan sebagai penutup amal tahunan.

Makna tersebut menegaskan bahwa Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi ritual, melainkan sarana pembentukan karakter, penguatan iman, dan perbaikan akhlak dalam kehidupan sosial.


Statement Advocate Musrifah S. Sos., S.H.

Menanggapi keutamaan Malam Nisfu Sya’ban, Advocate Musrifah S. Sos., S.H. menyampaikan bahwa malam ini harus dimaknai secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum pembenahan moral dan spiritual umat.

“Malam Nisfu Sya’ban adalah pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Ini adalah malam ampunan, malam refleksi, dan malam harapan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri,” ujar Musrifah, Jum’at (30/1/2026).


Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan sosial, ekonomi, dan hukum, umat Islam perlu menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai titik jeda spiritual untuk menenangkan batin dan meluruskan kembali orientasi hidup.

“Sebagai seorang praktisi hukum, saya meyakini bahwa keadilan sejati lahir dari hati yang bersih dan iman yang kuat. Malam Nisfu Sya’ban mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran batin,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan doa, dzikir, serta kepedulian terhadap sesama, termasuk mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.

“Mengajak kepada kebaikan adalah bentuk tanggung jawab moral. Setiap amal yang diamalkan dan dibagikan, insya Allah menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir,” pungkasnya.

Menghidupkan Malam Penuh Ampunan

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim). Hadits ini menjadi penguat bahwa menyampaikan dan mengajak kepada amalan Nisfu Sya’ban merupakan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi.

Malam Nisfu Sya’ban diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan benar-benar dihidupkan sebagai momentum perubahan diri, penguatan iman, dan persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadhan.

Dengan penuh harap, umat Islam menyambut Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam maghfiroh, malam doa, dan malam penguatan iman menuju kehidupan yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Lebih baru Lebih lama