IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Program Beasiswa Kuliah Luar Negeri Gratis Dibuka, 250 Kuota untuk Generasi Terbaik Bangsa

Program Beasiswa Kuliah Luar Negeri Gratis Dibuka, 250 Kuota untuk Generasi Terbaik Bangsa


Ifaupdatenews.com | Pewarta: Ifa

JAKARTA — Kabar menggembirakan bagi generasi muda Indonesia kembali hadir. Sebuah program beasiswa kuliah luar negeri 100 persen gratis akan segera dibuka pada tahun ini dengan kuota sebanyak 250 peserta, mencakup jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).


Program beasiswa ini disampaikan langsung oleh Ustaz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A., melalui kanal resmi Instagram Adi Hidayat Official, dan ditujukan bagi putra-putri terbaik bangsa yang memiliki niat tulus untuk menuntut ilmu, mengabdi kepada daerah masing-masing, serta membangun bangsa sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Yang menjadi keunggulan utama program ini adalah seluruh biaya ditanggung sepenuhnya. Mulai dari pendaftaran, seleksi, tiket keberangkatan, biaya kuliah, biaya hidup, hingga kepulangan kembali ke Indonesia, semuanya gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

“Tidak ada biaya, tidak ada pungutan. Yang kami inginkan hanyalah niat yang baik untuk membangun bangsa dan meniatkan semua ini sebagai ibadah,” ungkap Adi Hidayat dalam keterangannya.


Fokus Mencetak SDM Unggul Berakhlak Qur’ani

Program beasiswa ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, akhlak, dan nilai keislaman yang kuat. Oleh karena itu, terdapat dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon peserta.

Pertama, calon pendaftar wajib memiliki kemampuan bahasa Arab yang aktif dan fasih, bukan sekadar pasif. Kemampuan ini menjadi syarat mutlak karena proses akademik dan interaksi di negara tujuan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utama.

Bagi yang belum memenuhi kriteria ini, panitia mengimbau agar tidak memaksakan diri mendaftar, melainkan mempersiapkan diri lebih matang untuk kesempatan di tahun berikutnya.

Kedua, calon peserta diutamakan memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 15 juz. Meski demikian, bagi yang memiliki hafalan di bawah ketentuan tersebut, seperti 10 juz, tetap diperkenankan untuk mendaftar dan mengikuti proses seleksi.


Batas Usia dan Prioritas Jenjang S1

Untuk tahap awal, program ini memprioritaskan jenjang S1, dengan batas usia maksimal sekitar 21 hingga 22 tahun. Adapun bagi calon peserta yang berusia di atas batas tersebut, panitia membuka kemungkinan penempatan pada program S2 atau S3, sesuai dengan peluang dan kebutuhan yang tersedia.

“Kami ingin memulai dari S1, menyiapkan generasi muda sejak awal agar kelak kembali ke Indonesia dan mengabdi di daerah masing-masing,” jelasnya.


Seleksi Ketat dan Transparan

Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap dan transparan, dimulai dari tes awal melalui Zoom, kemudian dilanjutkan dengan ujian tertulis dan lisan. Seluruh tahapan seleksi akan disupervisi dan diawasi langsung oleh pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan dari negara pemberi beasiswa.

Pendampingan akan dilakukan secara intensif, memastikan bahwa peserta yang lolos benar-benar memenuhi standar akademik, moral, dan komitmen pengabdian.


Informasi Resmi Melalui Instagram

Panitia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi di luar sumber resmi. Seluruh teknis pendaftaran, pengisian formulir, ketentuan seleksi, serta aplikasi yang perlu diunduh akan diumumkan secara resmi melalui Instagram @adihidayatofficial.

Formulir pendaftaran dijadwalkan akan dibuka dalam waktu dekat, dan kuota yang tersedia disebut sangat besar, dengan negara tujuan studi yang beragam.


Misi Pengabdian untuk Negeri

Peserta yang dinyatakan lulus dan menyelesaikan studi diwajibkan kembali ke Indonesia untuk mengabdi di daerah masing-masing, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

Program ini diharapkan menjadi jalan lahirnya generasi intelektual Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat pengabdian, demi terwujudnya Indonesia yang makmur, berkeadilan, dan diridhai Allah SWT.

“Mari kita membangun, mari kita mencerahkan, bersatu dalam kebaikan tanpa pamrih, dan niatkan semua ini dengan tulus agar bernilai di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutup Adi Hidayat.

Lebih baru Lebih lama