IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” RAWA PENING, WENINGE PIKIRAN: SERUAN MENJAGA KESEHATAN JIWA, KEARIFAN LOKAL, DAN HIDUP BERSIH TANPA NARKOBA

RAWA PENING, WENINGE PIKIRAN: SERUAN MENJAGA KESEHATAN JIWA, KEARIFAN LOKAL, DAN HIDUP BERSIH TANPA NARKOBA


Ifaupdatenews.com | Refleksi Sosial & Spiritualitas

Atas berkat rahmat Allah SWT, masyarakat kembali diajak menengok makna kehidupan melalui refleksi pagi Ahad Kliwon, 18 Januari 2026 / 29 Rojab 1447 H, sebuah momentum yang sarat nilai spiritual, kearifan lokal, dan pesan kebajikan universal.

Dalam tradisi Jawa, Ahad Kliwon dengan Neptu 13, Lakuning Srengenge, Pranata Mangsa Kapitu–Palguna, hingga Wuku Medangkungan, bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat akan keseimbangan antara pikiran, rasa, dan laku hidup manusia. Filosofi “Rawa Pening, Weninge Pikiran” menjadi pesan utama hari ini—bahwa kejernihan berpikir adalah kunci untuk menerima realitas hidup dengan sabar, ikhlas, dan penuh kesadaran.

Makna tersebut relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana tekanan hidup, konflik batin, dan godaan destruktif—termasuk penyalahgunaan narkoba—menjadi ancaman nyata bagi kesehatan mental dan masa depan generasi bangsa. Ajakan hidup sehat tanpa narkoba bukan hanya slogan, melainkan gerakan kesadaran kolektif yang harus terus digaungkan.


Pesan Hukum dan Sosial: Pikiran Jernih, Bangsa Kuat

Advokat Musrifah, S.Sos., S.H., yang juga dikenal sebagai Direktur PT. IFAH MAKMUR SENTOSA, menegaskan bahwa kejernihan pikiran memiliki implikasi langsung terhadap ketertiban sosial dan kesadaran hukum masyarakat.

“Banyak persoalan hukum dan sosial berawal dari pikiran yang keruh dan emosi yang tak terkendali. Filosofi ‘Rawa Pening, Weninge Pikiran’ mengajarkan kita untuk menenangkan diri, berpikir jernih, dan tidak mengambil jalan pintas yang merusak diri maupun orang lain, termasuk narkoba,” tegas Musrifah kepada Ifaupdatenews.com.

Menurutnya, ketenangan batin adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang taat hukum dan beradab. Ketika pikiran jernih, keputusan yang diambil pun akan berpihak pada keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan.

“Sebagai advokat, saya melihat langsung dampak buruk narkoba—bukan hanya secara hukum, tetapi juga hancurnya masa depan, keluarga, dan martabat manusia. Karena itu, hidup sehat tanpa narkoba harus dimulai dari kesadaran pikiran yang bersih dan jiwa yang tenang,” tambahnya.


Spiritualitas, Kearifan Lokal, dan Tanggung Jawab Kolektif

Sebagai Direktur PT. IFAH MAKMUR SENTOSA, Musrifah juga menekankan bahwa nilai-nilai spiritual dan budaya lokal tidak boleh tercerabut dari kehidupan modern. Dunia usaha, hukum, dan sosial harus berjalan seiring dengan etika, nurani, dan tanggung jawab moral.

“Kearifan lokal adalah jangkar moral bangsa. Jika kita mampu merawatnya, maka pembangunan—baik ekonomi maupun sosial—akan berjalan lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Refleksi Ahad Kliwon ini menjadi pengingat bahwa kesehatan sejati bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Masyarakat diharapkan terus menjaga kejernihan pikiran, memperkuat iman, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang merusak diri dan lingkungan.


Penutup

Dengan semangat rahayu dan doa agar senantiasa sehat walafiat dalam limpahan rahmat serta hidayah Allah SWT, pesan Ahad Kliwon ini diharapkan menjadi energi positif bagi masyarakat luas—sebuah ajakan untuk hidup lebih sadar, lebih tenang, dan lebih bermakna.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lebih baru Lebih lama