IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Investasi Panas Bumi Halmahera Disorot, Pengamat: Jangan Sampai Transisi Energi Menggerus Integritas Politik

Investasi Panas Bumi Halmahera Disorot, Pengamat: Jangan Sampai Transisi Energi Menggerus Integritas Politik


Ifaupdatenews.com

Pewarta: Ifa

Halmahera, Maluku Utara – Polemik konsesi panas bumi Telaga Ranu kian menguat setelah berbagai kalangan menyuarakan keprihatinan atas implikasi politik dan lingkungan dari proyek tersebut.

Pengamat kebijakan publik dan energi nasional, dalam pernyataannya kepada Ifaupdatenews.com, menegaskan bahwa transisi energi memang kebutuhan strategis, namun tidak boleh mengorbankan konsistensi prinsip negara.

“Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten mendukung perjuangan Palestina dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Maka ketika proyek strategis nasional melibatkan perusahaan yang terintegrasi dalam sistem ekonomi Israel, publik tentu mempertanyakan konsistensinya,” tegasnya.

Proyek yang diberikan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia, yang terhubung dengan Ormat Technologies, dinilai bukan semata persoalan teknis investasi, melainkan memiliki dimensi simbolik dan geopolitik.

“Ini bukan sekadar kontrak bisnis. Setiap arus modal dan transfer teknologi membawa pesan politik. Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan agar tidak muncul kesan bahwa prinsip dapat dinegosiasikan atas nama investasi,” lanjutnya.

Lingkungan Halmahera Jangan Jadi Korban

Selain aspek politik, perhatian juga tertuju pada kondisi ekologis Halmahera yang dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan biodiversitas tinggi.

Aktivis lingkungan Maluku Utara menyampaikan bahwa meskipun panas bumi termasuk energi terbarukan, proses eksplorasi dan pembangunan infrastruktur tetap memiliki potensi dampak terhadap hutan dan tata air.

“Kami tidak menolak energi bersih. Tetapi jangan sampai label energi hijau justru menjadi pembenaran untuk membuka ruang tekanan baru terhadap ekosistem yang rapuh,” ujarnya.

Menurutnya, studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) harus dibuka secara transparan kepada publik, serta memastikan masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan.

Pemerintah Diminta Tegas dan Terbuka

Sejumlah pihak menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif kepada publik terkait pertimbangan strategis di balik pemberian konsesi tersebut.

“Jika ini murni kebutuhan teknologi dan investasi, sampaikan secara terbuka. Namun jika ada alternatif lain yang lebih sejalan dengan posisi politik Indonesia, seharusnya itu diprioritaskan,” kata pengamat tersebut.

Ia menegaskan bahwa integritas politik luar negeri dan perlindungan lingkungan adalah dua pilar penting yang tidak boleh dilemahkan.

“Transisi energi adalah keniscayaan. Tetapi integritas nasional juga keniscayaan. Negara tidak boleh terlihat inkonsisten di mata rakyat maupun dunia internasional.”

Perdebatan mengenai proyek panas bumi Telaga Ranu ini menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya soal angka investasi dan target emisi, melainkan juga tentang nilai, konsistensi, dan tanggung jawab lintas generasi.

Ifaupdatenews.com akan terus mengikuti perkembangan isu ini secara mendalam dan berimbang.

Lebih baru Lebih lama