Wwwifaupdatenews com
Surabaya — Pepatah klasik Mens Sana in Corpore Sano bukan sekadar slogan kosong bagi Pemuda Pancasila PAC Tambaksari. Makna “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” diterjemahkan secara nyata melalui kegiatan rutin senam pagi bersama warga, yang kembali digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, di Sekretariat Pemuda Pancasila PAC Tambaksari, Surabaya.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana kawasan sebelah barat Gelanggang Remaja Tambaksari tampak berbeda. Warga dari berbagai kalangan—ibu rumah tangga, pemuda, hingga tokoh lingkungan—berbaur tanpa sekat. Tidak ada jarak antara organisasi dan masyarakat. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan, irama musik senam, dan tekad kolektif untuk hidup lebih sehat.
Kegiatan bertajuk “Senam ABADI” ini menjadi bagian dari agenda berkelanjutan Pemuda Pancasila PAC Tambaksari dalam membangun kedekatan sosial yang substansial, bukan seremonial. Dipandu oleh Miss Vero, instruktur senam yang energik dan komunikatif, peserta larut dalam gerakan yang dinamis namun tetap ramah bagi semua usia.
Lebih dari sekadar olahraga, senam pagi ini menjadi ruang perjumpaan sosial, tempat silaturahmi tumbuh secara alami. Busana seragam merah-hitam yang dikenakan peserta turut memperkuat identitas kebersamaan, tanpa menghilangkan nuansa santai dan inklusif. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini gratis, menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus mahal atau eksklusif.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Tambaksari, Sueb Rizal, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa organisasi kemasyarakatan harus hadir secara nyata dalam kehidupan warga, bukan hanya muncul dalam momentum tertentu.
“Organisasi tidak cukup hanya kuat secara struktur, tapi juga harus sehat secara fisik dan jiwa. Lewat senam pagi ini, kami ingin membangun kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat ikatan sosial dengan warga. Pemuda Pancasila harus dirasakan manfaatnya, bukan sekadar dikenal namanya,” tegas Sueb Rizal.
Menurutnya, kesehatan jasmani dan kekuatan mental adalah fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial. Ketika warga sehat, ruang dialog terbuka, dan rasa saling percaya tumbuh, maka potensi konflik dapat ditekan sejak dini.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa Pemuda Pancasila PAC Tambaksari tidak memposisikan diri sebagai menara gading organisasi, melainkan sebagai bagian utuh dari denyut kehidupan masyarakat. Senam pagi dijadikan medium sederhana namun efektif untuk membangun solidaritas, disiplin, dan kebersamaan.
Dengan konsistensi kegiatan seperti ini, Pemuda Pancasila PAC Tambaksari menunjukkan wajah organisasi yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar, mengingatkan bahwa membangun masyarakat tidak selalu harus dimulai dari forum resmi, tetapi bisa dari keringat bersama di pagi hari.
Pewarta: ifa
Editor: Redaksi ifaUpdateNews.com
