IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Pesan Moral LIMBAD86 Menggema di Pagi Hari, DPA Toreh Ajak Masyarakat Jaga Lisan dan Hati

Pesan Moral LIMBAD86 Menggema di Pagi Hari, DPA Toreh Ajak Masyarakat Jaga Lisan dan Hati

 


Ifaupdatenews.com | Pewarta: Ifa

Surabaya – Sebuah pesan reflektif yang disampaikan oleh LIMBAD86 pada Jumat pagi menyita perhatian publik. Dalam narasi bertajuk “Berhati-Hatilah”, terselip ajakan tegas namun menyejukkan agar setiap individu lebih bijak dalam menjaga lisan serta mengendalikan ucapan.

Dalam pesannya, LIMBAD86 mengingatkan bahwa lidah memang tidak bertulang, tetapi memiliki kekuatan besar yang mampu melukai bahkan menghancurkan hati seseorang. Karena itu, kehati-hatian dalam bertutur kata menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Diam jauh lebih elegan daripada sibuk mengumbar, menghakimi kesalahan, kekurangan dan aib orang lain. Apalagi memberitakan sesuatu yang tidak benar,” demikian kutipan pesan yang beredar dan menuai respons positif.

Pesan tersebut tidak hanya menjadi pengingat personal, namun juga relevan dalam konteks kehidupan sosial dan bermedia saat ini. Di tengah derasnya arus informasi digital, satu kalimat yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman luas. Oleh sebab itu, kontrol diri dan kedewasaan dalam merespons isu menjadi kunci utama.

DPA Toreh turut menguatkan pesan tersebut melalui filosofi “Sitou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Nilai ini menegaskan bahwa setiap ucapan seharusnya mencerminkan penghormatan, empati, dan tanggung jawab moral.

Pengamat komunikasi sosial menilai, pesan yang dibagikan LIMBAD86 menjadi alarm etika di tengah fenomena saling serang opini dan penyebaran kabar yang belum tentu benar. Dalam situasi seperti ini, memilih diam dan melakukan klarifikasi sebelum berbicara dinilai sebagai sikap elegan dan bermartabat.

Sebagai media yang menjunjung akurasi dan integritas, Ifaupdatenews.com memandang pesan tersebut sebagai refleksi bersama. Bahwa kekuatan kata-kata dapat menjadi jembatan kebaikan, namun juga bisa menjadi sumber perpecahan jika tidak dikendalikan.

Ucapan “Selamat pagi” yang mengakhiri pesan itu seakan menjadi simbol harapan agar setiap hari diawali dengan niat tulus dan komitmen menjaga lisan.

Melalui narasi yang tajam namun sarat makna ini, LIMBAD86 tidak sekadar menyampaikan pesan moral, tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun ruang sosial yang lebih santun, beradab, dan bertanggung jawab.

Statement Ifa:

Menurut Ifa, pesan moral yang disampaikan LIMBAD86 bukan sekadar kutipan motivasi biasa, tetapi tamparan halus bagi siapa pun yang gemar berbicara tanpa kendali.

“Di era digital ini, satu kalimat bisa viral dalam hitungan detik. Namun sayangnya, tidak semua yang viral membawa kebenaran. Karena itu, menjaga lisan sama pentingnya dengan menjaga integritas,” tegas Ifa.

Ifa menambahkan, memilih diam bukan berarti lemah, melainkan bentuk kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dan provokasi.

“Diam itu elegan. Diam itu cerdas. Tidak semua hal harus ditanggapi dengan emosi. Justru orang besar adalah mereka yang mampu mengontrol kata-katanya,” ujar Ifa

(Ifa)

Lebih baru Lebih lama