wwwifaupdatenews.com
Boyolali – Upaya memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendorong percepatan pembangunan kawasan terus digencarkan. Salah satunya melalui rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang akan ditempatkan di Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.
Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung ke calon lokasi pembangunan Yonif TP, (05/03/2026)
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Letkol Czi Vipbrian, S.T., M.Han dan turut didampingi Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya, Dandenzibang Surakarta serta jajaran terkait.
Dalam keterangannya, Letkol Czi Vipbrian menyampaikan bahwa proses administrasi pembangunan Yonif TP telah dihimpun dan diteruskan ke komando atas untuk segera ditindaklanjuti. Ia menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi faktor penting guna menjamin keterbukaan, legalitas, dan kelancaran seluruh tahapan pembangunan. “Administrasi sudah kami himpun dan teruskan. Prinsipnya, semua harus tertib dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Peninjauan tidak hanya sebatas observasi visual, tetapi juga dilanjutkan dengan pengukuran batas wilayah, pemetaan udara menggunakan drone, serta kajian teknis lapangan oleh tim Kemenhan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus meminimalisasi potensi kendala di kemudian hari.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Pilangrejo menyatakan bahwa kehadiran Yonif TP bukan hanya memperkuat stabilitas keamanan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan infrastruktur serta roda perekonomian masyarakat. “Ini bukan hanya tentang pertahanan, tetapi tentang masa depan pembangunan Juwangi secara umum,” ungkapnya optimistis.
Sementara itu, Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung langkah strategis ini sebagai bagian dari upaya penempatan satuan permanen di wilayah yang dinilai strategis. Kehadiran Yonif TP diharapkan menjadi bagian dari sistem pertahanan modern yang terintegrasi dengan pembangunan daerah.
Dari sisi pengelolaan kawasan, Administratur Perhutani KPH Telawa Juwangi, Heri Nur Affandi, menyatakan pada prinsipnya Perhutani mendukung program strategis pemerintah, termasuk rencana pembangunan satuan teritorial TNI AD. Namun, ia menekankan bahwa seluruh proses penggunaan kawasan hutan harus tetap mengacu pada regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar fungsi hutan tetap terjaga.
Melalui survei dan pendampingan lintas instansi ini, diharapkan proses perencanaan pembangunan Yonif TP dapat berjalan lancar, transparan, dan akuntabel. Lebih dari sekadar pembangunan satuan militer, kehadiran Yonif TP di Juwangi diharapkan menjadi simbol sinergi antara pertahanan negara, pembangunan daerah, dan pelestarian lingkungan.
Pewarta DIVA
