IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Makna Sholat Tak Sekedar Gerakan, Advokat Musrifah: “Ini Pertemuan Hamba dengan Allah”

Makna Sholat Tak Sekedar Gerakan, Advokat Musrifah: “Ini Pertemuan Hamba dengan Allah”




Surabaya, Ifaupdatenews.com — Pemahaman tentang sholat sebagai kewajiban ritual kembali ditegaskan dalam perspektif yang lebih mendalam. Sekedar pengingat, Advokat dan Konsultan Hukum, Musrifah, S.Sos., SH, menyampaikan bahwa sholat bukan hanya rangkaian gerakan fisik, melainkan proses spiritual yang menghadirkan kesadaran hati kepada Allah SWT.

Dalam keterangannya, Musrifah merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 14 yang berbunyi, “Dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” Ia menilai ayat tersebut menegaskan bahwa inti dari sholat adalah dzikrullah, yakni menghadirkan Allah dalam kesadaran batin seorang hamba.

“Secara hakikat, sholat adalah hadirnya hati bersama Allah. Gerakan dalam sholat hanyalah sarana agar hati sampai pada kesadaran tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sholat merupakan bentuk penyambungan ruh antara hamba dengan Sang Pencipta. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sholat adalah mi’rajnya orang beriman, yaitu jalan spiritual yang mengangkat derajat keimanan seseorang.

Dalam pandangannya, sholat tidak hanya dipahami sebagai bagian dari Rukun Islam, tetapi juga memiliki empat lapisan makna yang saling berkaitan. Pertama adalah syariat, yang mencakup rukun dan syarat sahnya sholat. Kedua, tarekat, yaitu aspek kekhusyukan dan adab dalam pelaksanaannya. Ketiga, hakikat, di mana hati benar-benar hadir bersama Allah. Dan keempat adalah makrifat, yakni kesadaran bahwa yang menyembah, yang disembah, dan proses penyembahan itu sendiri sepenuhnya kembali kepada Allah.

“Jika hanya berhenti pada gerakan, maka sholat belum menyentuh esensinya. Yang paling penting adalah bagaimana hati benar-benar hadir dan terhubung dengan Allah,” tegasnya.

Pernyataan ini dinilai menjadi pengingat penting bagi umat Islam di tengah kehidupan modern yang kerap membuat ibadah dilakukan secara terburu-buru dan kehilangan makna. Sholat yang seharusnya menjadi momen komunikasi langsung dengan Allah, seringkali berubah menjadi rutinitas tanpa penghayatan.

Fenomena tersebut, menurut Musrifah, perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya menjaga kewajiban sholat secara lahiriah, tetapi juga memperkuat dimensi batiniah agar ibadah tersebut benar-benar memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari.


“Sholat bukan sekedar kewajiban yang hanya ditunaikan secara formal, tetapi pertemuan antara hamba dengan Allah dalam kesadaran hati. Dari situlah akan lahir ketenangan, kekuatan, dan arah hidup yang jelas,” tambahnya.

Penegasan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kualitas sholat sangat menentukan kualitas keimanan seseorang. Ketika sholat dijalankan dengan kesadaran penuh, maka nilai-nilai spiritualnya diyakini mampu membentuk karakter, menjaga perilaku, serta memperkuat integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Di akhir pernyataannya, Musrifah berharap pemahaman ini dapat membuka kesadaran umat untuk lebih memaknai ibadah secara utuh, tidak hanya pada aspek formalitas, tetapi juga pada kedalaman spiritual yang menjadi inti dari ajaran Islam.

(Pewarta: Ifa)



Lebih baru Lebih lama