IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Mahasiswa Se-Jabodetabek Siap Kepung Bundaran HI, Suarakan Lima Tuntutan Keras kepada Pemerintah

Mahasiswa Se-Jabodetabek Siap Kepung Bundaran HI, Suarakan Lima Tuntutan Keras kepada Pemerintah


JAKARTA, ifaupdatenews.com – Gelombang kritik terhadap kondisi ekonomi nasional kembali menguat. Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek berencana menggelar aksi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dengan membawa lima tuntutan yang ditujukan langsung kepada pemerintah dan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi lintas kampus dan organisasi mahasiswa yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Rabu (10/6/2026) malam. Pertemuan itu mempertemukan berbagai elemen mahasiswa yang menilai situasi ekonomi nasional semakin berat dan membutuhkan langkah konkret dari pemerintah.

Berdasarkan hasil konsolidasi, massa aksi dijadwalkan berkumpul sebelum pelaksanaan Salat Jumat dan selanjutnya bergerak menuju Bundaran HI sebagai pusat penyampaian aspirasi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sympati Dimas Rafi'i, menyatakan aksi tersebut lahir dari keresahan bersama atas berbagai persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat.

Konsolidasi itu dihadiri oleh seluruh BEM fakultas se-Universitas Indonesia, BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), hingga Front Mahasiswa Nasional (FMN).

“Besok kumpul sebelum Jumatan. Rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai,” ujar Dimas kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Soroti Kondisi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dalam pernyataannya, Dimas menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah, namun menurutnya kondisi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai masih banyak warga yang menghadapi tekanan ekonomi di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan berbagai persoalan sosial lainnya.

“Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar yang mendorong mahasiswa turun ke jalan. Mereka menilai pemerintah perlu memberikan respons yang lebih nyata terhadap berbagai persoalan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga mengkritik sejumlah kebijakan yang dianggap belum menjawab kebutuhan rakyat. Mereka menilai berbagai program pemerintah perlu dievaluasi secara menyeluruh agar penggunaan anggaran negara lebih tepat sasaran.

Kritik terhadap Ruang Demokrasi

Tidak hanya persoalan ekonomi, mahasiswa juga menyoroti kondisi demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan, mereka menilai pemerintah cenderung mengabaikan berbagai kritik yang muncul dari masyarakat. Mahasiswa juga menyoroti dugaan penggunaan instrumen negara untuk menekan kelompok-kelompok yang menyampaikan pandangan berbeda terhadap kebijakan pemerintah.

Menurut mereka, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang sehat dan harus dijamin keberlangsungannya tanpa adanya tekanan maupun intimidasi.

Lima Tuntutan Utama

Dalam aksi yang akan digelar di Bundaran HI tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang menjadi fokus perjuangan mereka.

Pertama, mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara efektif dan transparan.

Kedua, menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Ketiga, mendesak pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang menurut mereka perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Keempat, menolak praktik militerisme di ranah sipil dan meminta pemerintah menjaga prinsip-prinsip demokrasi serta supremasi sipil.

Kelima, meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai kesalahan pemerintah yang dinilai menjadi penyebab munculnya persoalan ekonomi, sosial, dan politik yang saat ini dirasakan masyarakat.

Gelombang Aspirasi Diprediksi Membesar

Aksi di Bundaran HI diperkirakan akan melibatkan ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat dari berbagai daerah di Jabodetabek. Sejumlah organisasi mahasiswa yang telah mengikuti konsolidasi dalam beberapa hari terakhir menyatakan kesiapan mereka untuk turun langsung menyuarakan tuntutan tersebut.

Mahasiswa berharap aksi yang digelar dapat menjadi pengingat bagi pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi rakyat serta membuka ruang dialog yang lebih luas dalam merumuskan kebijakan publik.

Menutup seruannya, Dimas mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga semangat perjuangan dan solidaritas antarelemen masyarakat.

“Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang melawan,” serunya.

Pewarta: Yuni

Editor: Redaksi ifaupdatenews.com

Lebih baru Lebih lama