TALIABU, IFAUPDATENEWS.COM – Peristiwa mengerikan kembali mengguncang Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah diterkam ular piton berukuran raksasa saat dalam perjalanan menuju kebun dengan mengendarai sepeda motor.
Tragedi yang mengundang duka sekaligus keresahan warga itu menjadi kasus kedua sepanjang Juni 2026 yang merenggut nyawa akibat serangan ular piton di wilayah tersebut. Kejadian ini kembali menyoroti ancaman satwa liar yang masih menghantui masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan hutan.
Kapolsek Taliabu Timur, IPDA Imran Husaleka, membenarkan insiden tragis tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIT menuju kawasan Air Pala, Desa Ufung, Kecamatan Taliabu Utara.
"Korban diketahui hendak mengambil uang milik saudaranya yang berada di kebun. Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga diserang ular piton saat melintasi jalur menuju lokasi tersebut," ujarnya.
Perjalanan yang semula menjadi rutinitas berubah menjadi petaka. Korban diduga disergap ular piton berukuran besar yang muncul dari area semak-semak di sekitar jalan menuju kebun. Serangan mendadak itu membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Warga yang kemudian melakukan pencarian setelah korban tidak kunjung pulang akhirnya menemukan korban dalam kondisi mengenaskan. Penemuan tersebut sontak mengundang kepanikan dan kesedihan warga sekitar.
Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa akibat serangan ular piton di Pulau Taliabu selama bulan Juni. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat, mengingat kawasan perkebunan dan hutan masih menjadi habitat alami reptil berukuran besar tersebut.
IPDA Imran Husaleka mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kebun maupun melintasi jalur yang dipenuhi semak belukar.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak berangkat sendirian ke kebun, terutama pada pagi atau sore hari. Tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar yang dapat membahayakan keselamatan," ungkapnya.
Pihak kepolisian bersama pemerintah setempat juga mengajak warga segera melaporkan apabila menemukan keberadaan ular piton berukuran besar di sekitar permukiman maupun area perkebunan agar dapat segera dilakukan penanganan.
"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tutupnya.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa ancaman satwa liar di sejumlah wilayah Indonesia masih nyata. Masyarakat diharapkan selalu mengutamakan keselamatan, tidak bepergian seorang diri ke kawasan rawan, serta segera meminta bantuan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan hewan buas di sekitar jalur aktivitas mereka.
Pewarta: YUNI
