MAKASSAR | InformasiTerkininews.com – Di tengah kembali menguatnya pembahasan mengenai akses pendidikan yang merata di Indonesia, publik kembali diingatkan pada salah satu kebijakan yang pernah menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Program Pendidikan Gratis yang digagas saat Syahrul Yasin Limpo menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan menjadi catatan sejarah yang hingga kini masih dikenang banyak kalangan.
Gagasan tersebut mulai digaungkan pada tahun 2008 melalui sebuah pertemuan besar yang berlangsung di Hotel Singgasana Makassar. Saat itu, program tersebut disosialisasikan dengan melibatkan para kepala sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, serta sejumlah elemen masyarakat, termasuk organisasi LSM dan LEMKIRA. Pertemuan tersebut menjadi titik awal lahirnya komitmen bersama untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
Program pendidikan gratis kemudian memperoleh landasan hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2009. Regulasi tersebut menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pembiayaan pendidikan yang bertujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah.
Melalui kebijakan tersebut, peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan melalui skema pembagian anggaran antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota.
Program itu dipandang sebagai langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan. "Pendidikan harus menjadi hak seluruh masyarakat tanpa dibatasi kemampuan ekonomi," demikian semangat kebijakan yang kala itu terus digaungkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut bahkan terus berkembang. Pada tahun 2013, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali memperluas cakupan kebijakan dengan meluncurkan program SPP Gratis bagi mahasiswa tahun pertama di perguruan tinggi. Langkah tersebut menjadi upaya untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan SMA agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terbebani biaya awal perkuliahan.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai kebijakan tersebut merupakan salah satu terobosan yang pada masanya mendapat perhatian luas karena memberikan harapan bagi keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. "Program ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memberikan kesempatan belajar kepada seluruh anak bangsa," ungkap sejumlah pemerhati pendidikan saat mengenang kebijakan tersebut.
Program pendidikan gratis di Sulawesi Selatan juga menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi pada kualitas manusia. Pendidikan yang mudah diakses diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berdaya saing.
Kini, ketika berbagai daerah kembali berlomba menghadirkan program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat, kebijakan yang pernah dilahirkan di Sulawesi Selatan menjadi bagian dari catatan sejarah yang layak dikenang.
"Melawan lupa, pendidikan gratis pernah menjadi simbol keberanian pemerintah daerah dalam menempatkan pendidikan sebagai hak seluruh warga negara. Jejak kebijakan itu tetap menjadi pengingat bahwa keberpihakan terhadap dunia pendidikan akan selalu menjadi investasi terbaik bagi masa depan bangsa," tutup sejumlah tokoh pendidikan yang mengikuti perjalanan program tersebut.
Pewarta: Risthen
Media: Informasi Terkininews.com
