IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Jokowi Bicara di Bloomberg New Economy Forum 2025: Saat Dunia Bukan Hanya Mendengar, Tetapi Mendengarkannya

Jokowi Bicara di Bloomberg New Economy Forum 2025: Saat Dunia Bukan Hanya Mendengar, Tetapi Mendengarkannya


Www Ifaupdatenews com

Singapura — Presiden Joko Widodo kembali menarik perhatian publik internasional ketika tampil memberikan pidato utama dalam Bloomberg New Economy Forum (BNEF) 2025 di Singapura. Bukan sekadar hadir sebagai undangan, Jokowi tampil sebagai anggota kehormatan Dewan Penasihat dari forum ekonomi bergengsi yang mempertemukan pemimpin dunia, ekonom top, dan para pengambil keputusan global.

Di panggung internasional itu, Jokowi berbicara lugas mengenai satu dekade perjalanan pembangunan Indonesia—perjalanan yang tidak selalu mulus, tetapi terarah dan konsisten membangun fondasi bagi lebih dari 280 juta warga negara.


Fondasi Masa Depan yang Dipresentasikan ke Dunia

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan bagaimana pembangunan infrastruktur fisik dan digital menjadi tulang punggung transformasi Indonesia. Ia menekankan percepatan pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, serta penyediaan listrik yang makin merata sebagai bukti bahwa Indonesia tidak lagi berdiri pada mimpi, tetapi pada struktur masa depan yang nyata.

Digitalisasi menjadi salah satu sorotan utama. Jokowi memaparkan keberhasilan integrasi sistem seperti QRIS, yang kini menghubungkan pelaku UMKM hingga perusahaan besar dalam satu sistem transaksi nasional yang efisien. Ia menegaskan bahwa regulasi Indonesia bergerak ke arah inovasi, memberikan ruang bagi kreativitas dan investasi untuk tumbuh.

Meski menggunakan bahasa Inggris dengan logat khasnya, Jokowi tetap memukau hadirin lewat penyampaian yang jelas, terukur, dan berbasis data.


Jawaban untuk Keraguan

Kemunculan Jokowi di panggung utama forum global ini sekaligus mematahkan narasi sebagian pihak yang sebelumnya meragukan kapasitasnya. Sebelum acara digelar, ruang-ruang komentar—baik media sosial maupun ruang diskusi digital—diwarnai cibiran bahwa Jokowi “hanya diundang”, “tidak akan pidato”, hingga komentar sinis yang meremehkan perannya.

Namun hari ini, panggung dunia sendiri memberikan jawaban.

Jokowi tampil sebagai tokoh utama. Ia berbicara pada panel paling strategis. Dan lebih dari itu—dunia mendengarkannya.


Bukan Tentang Suara yang Keras, Melainkan Kerja yang Nyata

Dalam konteks politik global, ada pemimpin yang dihormati karena retorika lantang, ada pula yang dihormati karena rekam jejak kerja. Jokowi, menurut para pengamat ekonomi internasional, termasuk kategori kedua.

Itulah alasan mengapa Bloomberg memilihnya untuk memberi pidato utama—bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai representasi negara berkembang yang berhasil membangun stabilitas dan optimisme ekonomi dalam satu dekade terakhir.


Indonesia Layak Bangga

Perbedaan pandangan politik di dalam negeri adalah hal wajar di negara demokratis. Namun capaian diplomasi dan pengakuan global terhadap sosok Presiden Jokowi hari ini menjadi momentum yang sulit disangkal: dunia melihat Indonesia sebagai negara yang tengah bangkit, dan Jokowi sebagai figur yang memainkan peranan signifikan dalam proses itu.

Kebanggaan ini tentu tidak harus dipaksakan kepada semua pihak. Sebagian orang telah terjebak dalam ruang ekor polarisasi, tidak siap mengakui keberhasilan karena hati yang terlanjur tertutup oleh fanatisme dan sentimen politik.

Namun bagi Indonesia, hari ini adalah catatan penting: dunia bukan sekadar mendengar nama Jokowi, tetapi sungguh mendengarkan isi kepemimpinannya.


Pewarta: Ifa

Redaksi ifaupdatenews.com

Lebih baru Lebih lama