Www.ifaupdatenews.com , Tajam Akurat Sesuai Fakta Pewarta: ifa, 27 November 2025 –
Sebuah pesan bernada tegas dan menggugah kembali menjadi sorotan publik setelah sosok yang dikenal dengan nama “Mr. Never” menyampaikan pernyataan keras terkait bahaya praktik utang-piutang dalam hubungan pertemanan. Ia menegaskan bahwa uang kerap menjadi pembunuh nomor satu dalam persahabatan, bahkan mampu mengubah relasi dekat menjadi penuh kecurigaan dan konflik.
Dalam pernyataan yang tengah ramai dibicarakan, Mr. Never mengingatkan masyarakat agar menghentikan kebiasaan meminjam ataupun meminjamkan uang, terutama di lingkaran pertemanan maupun keluarga. Menurutnya, praktik ini justru membuka pintu masalah yang lebih besar ketimbang manfaatnya.
“Uang adalah pembunuh nomor satu persahabatan. Meminjamkan uang seringkali berarti kau membayar untuk kehilangan teman. Atau kau berubah jadi pengemis saat menagih hakmu sendiri,” tegasnya.
Pernyataan ini dinilai relevan dengan fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Banyak hubungan retak, ikatan persahabatan hancur, hingga pertengkaran keluarga hanya karena persoalan utang yang tidak kunjung selesai. Dalam banyak kasus, bukan hanya nominal uang yang hilang, melainkan rasa percaya yang tak lagi dapat dipulihkan.
Fenomena Sosial: Saat Tagihan Mengubah Perilaku
Pengamat sosial menilai pesan tersebut tidak berlebihan. Dalam kenyataannya, sengketa utang-piutang menjadi salah satu pemicu perselisihan paling umum, dari tingkat rumah tangga hingga rekan kerja. Tidak sedikit pihak yang mengaku kapok memberikan pinjaman setelah menghadapi perilaku tidak jujur, menghindar, bahkan memutus komunikasi sepihak.
Sebaliknya, pihak yang meminjam pun kerap merasa tertekan dan malu, sehingga memilih untuk menjauh daripada bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban.
Situasi ini memperkuat anggapan bahwa persoalan keuangan memang sensitif dan berpotensi besar merusak hubungan yang sebelumnya harmonis.
Ajakan Reflektif: Bangun Kemandirian Finansial
Pesan “STOP urusan utang-piutang” yang digaungkan Mr. Never kini dianggap sebagai peringatan penting bagi masyarakat agar lebih bijak mengelola hubungan sosial maupun finansial. Banyak kalangan menilai, membatasi praktik pinjam-meminjam uang adalah bentuk perlindungan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kualitas hubungan sosial yang selama ini dijaga.
Di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks, ajakan ini sekaligus menjadi refleksi agar setiap individu mampu membangun kemandirian finansial tanpa mengorbankan hubungan baik dengan orang-orang terdekat.
Pernyataan Mr. Never pun ditutup dengan satu kata yang kini menjadi sorotan: “Perfect.” Sebuah penekanan yang menggambarkan betapa serius dan finalnya pesannya tentang bahaya utang-piutang dalam kehidupan sosial.
