IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Raffi Ahmad, Pejabat Negara Ketiga yang Berani Minta Maaf dan Sisihkan Rp15 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Raffi Ahmad, Pejabat Negara Ketiga yang Berani Minta Maaf dan Sisihkan Rp15 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera


Selasa, 10 Desember 2025   IfaupdateNews.com — Pewarta: Ifa

Di tengah gelombang duka yang menyelimuti Sumatera akibat banjir dan longsor besar, publik tak hanya terpukul oleh banyaknya korban jiwa, tetapi juga oleh sebuah frasa yang kini menggema kuat: bencana tanda tangan.

Bukan sekadar bencana alam — tetapi bencana yang lahir dari administrasi lambat, dokumen yang tak segera diteken, serta keterlambatan keputusan yang berakibat panjang pada nasib ribuan warga yang kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan.

Saat air bah menyapu pemukiman, warga menunggu bantuan yang tidak datang tepat waktu. Bukan karena negara tidak mampu, tetapi karena prosedur lebih lambat daripada arus sungai yang menyeret nyawa.

Dari tragedi ini, hanya tiga pejabat negara muncul menundukkan kepala dan mengucapkan satu kata sederhana yang sulit diucapkan oleh banyak pejabat lain: maaf.


Suharyanto Meminta Maaf Setelah Melihat 940 Jenazah

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjadi yang pertama meminta maaf setelah menyaksikan langsung fakta memilukan di lapangan. Pernah berkata bahwa situasi “mencekam hanya di media sosial”, pernyataannya runtuh ketika mata melihat sendiri korban-korban bencana.


Data resmi mencatat:

• 940 korban meninggal

• 276 orang masih hilang

• lebih dari 5.000 luka-luka


Kesedihan menumpuk — dan dalam ambruknya harapan ribuan keluarga, permintaan maaf itu akhirnya lahir.


Pratikno Mengakui Negara Belum Maksimal

Pejabat kedua adalah Menko PMK Pratikno, yang jujur mengakui bahwa penanganan negara belum maksimal.

Sebuah pengakuan yang berani di tengah panggung birokrasi yang sering penuh pencitraan.


Kerusakan yang tercatat:

• 655 fasilitas umum rusak

• 72 fasilitas kesehatan terdampak

• 383 sekolah rusak

• 200 rumah ibadah roboh

• 29 kantor pemerintah rusak

• 64 jembatan putus


Ketika sebagian memilih diam, Pratikno justru menyuarakan realitas apa adanya — pahit, tapi jujur.


Raffi Ahmad — Yang Tak Disangka, Justru Hadir dengan Maaf dan Rp15 Miliar

Nama ketiga mengejutkan publik. Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, hadir bukan hanya dengan empati, tapi dengan tindakan konkret.

Ia bersama Nagita Slavina menyampaikan permintaan maaf kepada korban banjir dan longsor di Sumatera, bukan karena ia bersalah, tetapi karena merasa seharusnya hadir lebih awal untuk rakyat.


Tak berhenti di kata-kata, Raffi mengirimkan:

• Rp5 miliar untuk Sumatra Barat

• Rp5 miliar untuk Sumatra Utara

• Rp5 miliar untuk Aceh

Total Rp15 miliar dari dana pribadi.

Bantuan itu diserahkan melalui manajernya, Prio, diterima oleh Wagub Sumbar Vasco Ruseimy, Gubernur Sumut Bobby Nasution, serta perwakilan Pemerintah Aceh melalui Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.

Dalam panggilan video yang dipublikasikan, Raffi berkata lirih namun jelas:

“Maaf kami belum ke sana. Kami akan datang memberi dukungan psikososial.”

Ucapan sederhana — namun di tengah bencana tanda tangan, terasa lebih hangat daripada banyak pidato resmi.


Penutup

940 jiwa pergi.

276 belum ditemukan.

Ribuan luka-luka.

Puluhan fasilitas publik hancur.

Namun dari sekian banyak kursi empuk kekuasaan, baru tiga pejabat yang berani menyampaikan maaf.

Bukan pada mereka yang meminta maaf kita kecewa —

tetapi pada mereka yang tidak.


Puisi Luka Bencana

Korban hanyut di sungai kelam,

Raffi datang membawa maaf.

Negeri pilu menunggu salam,

Bencana tanda tangan pun genap.


Banjir datang membawa derita,

Langit kelabu menangis perlahan.

Raffi minta maaf pada yang luka,

Di tengah bencana tanda tangan.

Lebih baru Lebih lama