Www Ifaupdetenews com
Mojokerto – Dugaan keracunan massal kembali menggemparkan Kabupaten Mojokerto. Ratusan warga, didominasi pelajar dan santri, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan lemas setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (11/1/2026).
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu malam, jumlah korban yang terdata telah menembus sekitar 349 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 159 orang masih menjalani perawatan intensif di sedikitnya 13 rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di wilayah Mojokerto. Sementara itu, korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil oleh tim medis.
Korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar sekolah formal, namun juga santri pondok pesantren serta masyarakat penerima manfaat program MBG. Sebelumnya, laporan awal menyebutkan sedikitnya 261 siswa mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu soto yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut.
Para korban umumnya mulai merasakan gejala beberapa jam setelah makan, dengan keluhan dominan berupa mual hebat, muntah berulang, sakit kepala, hingga pusing berat. Sebagian korban bahkan harus mendapatkan cairan infus dan pengawasan medis lanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut menjenguk sejumlah korban yang tengah dirawat. Kehadiran orang nomor dua di Jawa Timur tersebut menjadi perhatian publik sekaligus penegasan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.
Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Sampel makanan telah diamankan dan tengah diuji di laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kontaminasi bakteri, bahan berbahaya, atau unsur lain yang membahayakan kesehatan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan gejala serupa. Evaluasi terhadap pelaksanaan dan pengawasan program MBG juga dipastikan akan dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menjadi sorotan luas, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Transparansi, ketelitian, serta pengawasan ketat dalam pelaksanaannya kini menjadi tuntutan publik.
Pewarta: Ifa
Media: Ifaupdatenews.com
