Sragen | ifaUpdateNews.com —
Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam menjaga ketahanan nasional tidak hanya diwujudkan melalui aspek pertahanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan oleh Pelda Jumarno, Babinsa Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen, yang menginisiasi kegiatan pendataan ibu hamil dan balita secara menyeluruh di wilayah binaannya, Selasa (03/02/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dan preventif dalam mendukung program kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan kelompok rentan—khususnya ibu hamil dan anak usia dini—mendapatkan perhatian, perlindungan, dan layanan yang layak. Pendataan dilakukan secara terarah dan terpadu dengan melibatkan petugas kesehatan desa serta kader Posyandu setempat, sehingga menghasilkan data yang akurat, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat administratif semata. Pelda Jumarno bersama tim turun langsung ke rumah-rumah warga, menyapa masyarakat secara humanis, serta mencatat secara rinci jumlah ibu hamil beserta usia kehamilan, kondisi kesehatan balita sejak lahir hingga usia lima tahun, serta lingkungan pendukung tumbuh kembang anak. Metode door to door ini menjadi bukti keseriusan TNI dalam memastikan tidak ada satu pun warga yang luput dari perhatian negara.
Di sela pendataan, Pelda Jumarno juga menyampaikan edukasi singkat namun substansial kepada keluarga mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan gizi seimbang, serta imunisasi lengkap bagi balita. Tak hanya itu, berbagai kendala yang dihadapi warga—mulai dari keterbatasan akses fasilitas kesehatan hingga kesulitan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan gizi—didata secara cermat untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Pendataan ini bukan sekadar pengumpulan angka, tetapi fondasi bagi langkah konkret ke depan. Dengan mengetahui secara pasti kondisi masyarakat, kita bisa bergerak lebih tepat sasaran. Tidak boleh ada satu pun ibu hamil dan balita yang terlewat dari layanan kesehatan,” tegas Pelda Jumarno dengan penuh tanggung jawab.
Pernyataan tersebut menegaskan peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di tengah masyarakat—bukan hanya penjaga keamanan wilayah, tetapi juga penggerak kepedulian sosial dan kesehatan publik. Sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan desa, dan kader Posyandu menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem perlindungan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Petugas kesehatan desa yang terlibat menyampaikan bahwa data hasil pendataan ini akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan jadwal kunjungan rumah, pemantauan ibu hamil berisiko tinggi, serta optimalisasi kegiatan Posyandu ke depan. Dengan data yang valid, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif.
Langkah yang diambil Pelda Jumarno ini mencerminkan wajah TNI yang profesional, responsif, dan humanis—TNI yang tidak hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga merawat harapan masa depan bangsa melalui perlindungan generasi penerus. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali membuktikan bahwa TNI adalah bagian yang tak terpisahkan dari denyut kehidupan rakyat.
Melalui kegiatan seperti ini, TNI AD menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara sejatinya dimulai dari kepedulian terhadap kehidupan paling dasar: kesehatan ibu dan anak, sebagai fondasi utama Indonesia yang kuat, sehat, dan berdaya saing di masa depan.
Pewarta ifa
