Surabaya – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026 menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menyalakan semangat persatuan, perjuangan, dan kepedulian terhadap kondisi rakyat Indonesia saat ini.
Dalam momentum bersejarah tersebut, Advocate Musrifah S.Sos, SH yang biasa disapa Ifa selaku Direktur PT. IFAH MAKMUR SENTOSA sekaligus pemilik empat media, menyampaikan seruan moral dan pesan kebangsaan agar Indonesia segera bangkit dari berbagai persoalan yang membelit kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional bukan seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa bangsa ini pernah berdiri kuat karena persatuan, keberanian, dan semangat perjuangan para pendahulu bangsa dalam melawan keterpurukan.
“Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun. Semoga Indonesia segera bangkit dari keterpurukan saat ini supaya rakyat Indonesia bisa menuju kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera,” tegas ifah dalam keterangannya kepada media, Selasa (20/5/2026).
Ia menilai, kondisi sosial masyarakat saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Mulai dari persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan, penegakan hukum, hingga kesejahteraan rakyat kecil, menurutnya harus menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap arah perjalanan bangsa.
Ifah juga menekankan bahwa semangat kebangkitan harus dimulai dari keberanian menyuarakan kebenaran dan membangun kepedulian sosial. Pers, kata dia, memiliki peran strategis sebagai penyambung suara rakyat sekaligus pengawal demokrasi agar cita-cita keadilan sosial tidak hanya menjadi slogan semata.
Sebagai pemilik empat media di bawah naungan PT. IFAH MAKMUR SENTOSA,Ifah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemberitaan yang tajam, berimbang, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, media harus hadir menjadi bagian dari perjuangan rakyat, bukan penonton terhadap berbagai persoalan bangsa. Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjaga idealisme, profesionalisme, dan keberanian dalam menyampaikan fakta demi kepentingan publik.
“Ayo bangkit. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Semangat perjuangan harus terus hidup demi masa depan bangsa yang lebih baik. Merdeka!” ujarnya penuh semangat.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai persatuan nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Semangat “Salam Juang Satu Pena” yang disampaikan Ifah menjadi simbol bahwa kekuatan tulisan, informasi, dan keberanian bersuara tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan membangun bangsa.
Dengan mengusung semangat kebangkitan, diharapkan seluruh rakyat Indonesia mampu bangkit bersama, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga harapan menuju Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.
(RED)
