IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” MEREVOLUSI PEMIKIRAN MANUSIA INDONESIA

MEREVOLUSI PEMIKIRAN MANUSIA INDONESIA


Oleh: Saiful Huda Ems (SHE)

IFAUPDATENEWS.COM – Maraknya perdebatan mengenai hukum, politik, agama, filsafat, hingga persoalan kebangsaan di berbagai forum diskusi maupun media sosial dinilai belum mampu membawa Indonesia keluar dari berbagai persoalan. Menurut Lawyer dan Analis Politik, Saiful Huda Ems (SHE), perdebatan yang tidak diiringi tindakan nyata hanya akan memperdalam polarisasi dan memperlemah persatuan nasional.

"Setiap tahun kita menyaksikan perdebatan yang tak kunjung menemukan titik temu. Yang terjadi justru perpecahan semakin tajam, sementara persoalan bangsa tetap tidak terselesaikan," tulis SHE dalam opininya, Kamis (2/7/2026).

SHE menyinggung berbagai polemik yang terus menjadi bahan perdebatan publik, mulai dari pengangkatan figur-figur tertentu sebagai komisaris, wakil menteri, hingga persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dugaan korupsi, serta berbagai isu ekonomi yang menurutnya terus memicu perdebatan tanpa solusi nyata.

Dalam refleksinya, SHE mengaku teringat pada sebuah kutipan terkenal yang terpampang di foyer Gedung Universitas Humboldt Berlin, Jerman. Kutipan tersebut berasal dari Tesis ke-11 tentang Feuerbach karya Karl Marx yang berbunyi:

"Die Philosophen haben die Welt nur verschieden interpretiert; es kommt aber darauf an, sie zu verändern."

Yang berarti, "Para filsuf selama ini hanya menafsirkan dunia dengan berbagai cara; padahal persoalannya adalah mengubahnya."

Menurut SHE, kutipan tersebut mengandung pesan bahwa pemikiran dan diskusi tidak boleh berhenti pada penafsiran semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, maupun politik.

Ia menjelaskan bahwa Karl Marx mengkritik tradisi filsafat yang hanya berhenti pada tataran teori. Bagi Marx, lanjut SHE, teori harus menjadi dasar lahirnya perubahan melalui praksis, yakni kesatuan antara pemikiran dan tindakan.

"Kita selama ini terlalu sibuk berdebat dan saling menyalahkan. Akibatnya, mereka yang menciptakan berbagai persoalan bangsa justru terus melenggang tanpa hambatan. Seharusnya energi kita diarahkan untuk mencari solusi dan melakukan tindakan nyata demi perubahan," ujarnya.

SHE juga menilai pemikiran-pemikiran revolusioner sering kali tidak mendapatkan ruang yang memadai untuk dipelajari secara terbuka, sehingga perkembangan cara berpikir masyarakat menjadi kurang maksimal.

Di akhir tulisannya, SHE mengajak masyarakat Indonesia untuk berani berpikir kritis sekaligus bertindak demi perubahan yang lebih baik.

"Sapere aude!" atau "Beranilah berpikir."

Pewarta: Ifa

Editor: IFAUPDATENEWS.COM

Lebih baru Lebih lama