Surabaya–Sidoarjo, ifaupdetenews.com — Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Surabaya Timur dan Kabupaten Sidoarjo, Jumat pagi (9/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi hampir merata selama kurang lebih dua jam, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan potensi risiko bencana hidrometeorologi.
Pantauan di lapangan, hujan deras mulai mengguyur sejak sekitar pukul 08.15 WIB, khususnya di wilayah Rungkut dan sekitarnya, kawasan Jalan Ahmad Yani, hingga Kecamatan Gunung Anyar. Di sejumlah titik, hujan turun cukup lebat disertai hembusan angin yang terasa kuat, menyebabkan jarak pandang pengendara menurun dan kondisi jalan menjadi licin.
Di kawasan UIN Sunan Ampel (UINSA) Gunung Anyar, hujan deras disertai angin dilaporkan berlangsung cukup intens. Sejumlah pengendara roda dua terlihat mengurangi kecepatan demi menjaga keselamatan, sementara arus lalu lintas berjalan lebih lambat dari biasanya. Kondisi serupa juga terpantau di wilayah perbatasan Surabaya dan Sidoarjo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah menyampaikan informasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dengan durasi sekitar dua jam. Kondisi ini dipicu oleh masih labilnya atmosfer yang ditandai dengan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Seorang pimpinan media, Halim, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi hari ini dan tidak mengabaikan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah.
“Cuaca seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama saat berada di jalan atau beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif guna meminimalkan risiko yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika tidak mendesak, sebaiknya aktivitas luar rumah dibatasi sampai kondisi cuaca kembali membaik,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi dampak lanjutan seperti genangan air, pohon tumbang, serta gangguan lalu lintas, khususnya di wilayah rawan banjir dan kawasan dengan pepohonan besar. Pengguna jalan diharapkan meningkatkan kehati-hatian dan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan serius akibat cuaca ekstrem tersebut. Aparat terkait diharapkan tetap siaga, sementara masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber terpercaya.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan seiring masih berlangsungnya musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas.
Pewarta: Ifa
Editor: Redaksi ifaupdetenews.com
