IFA UPDATE NEWS.COM “AKURAT, TAJAM, SESUAI FAKTA.” Rauhah Pagi Ihya’ Ulumiddin: Merawat Kedalaman Ilmu dan Kejernihan Ruhani di Tengah Zaman Bising

Rauhah Pagi Ihya’ Ulumiddin: Merawat Kedalaman Ilmu dan Kejernihan Ruhani di Tengah Zaman Bising


Mojokerto | ifaUpdateNews.com

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kerap meminggirkan keheningan batin, Ma’had Asshofa’ Kauman Gg. 12 Mojosari, Mojokerto, kembali menghadirkan oase spiritual melalui kegiatan Rauhah Pagi berupa pembacaan Kitab Ihya’ Ulumiddin serta kajian Majumu’ Kalam Al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith, yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi keilmuan klasik Islam dengan kebutuhan ruhani masyarakat kontemporer. Kitab Ihya’ Ulumiddin karya monumental Imam Al-Ghazali dibedah tidak sekadar sebagai teks, melainkan sebagai cermin untuk membaca ulang kualitas iman, adab, dan akhlak manusia di tengah arus pragmatisme zaman.

Pengasuh Ma’had Asshofa’ dalam kajiannya menekankan bahwa Ihya’ Ulumiddin bukan hanya kitab untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan. Nilai-nilai tentang keikhlasan, pengendalian nafsu, kebersihan hati, serta tanggung jawab moral menjadi pesan utama yang relevan lintas generasi.

Kajian Majumu’ Kalam Al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith turut memperkaya perspektif jamaah, khususnya dalam memahami relasi manusia dengan Allah dan sesama manusia secara seimbang—antara syariat, hakikat, dan adab sosial. Pemaparan disampaikan dengan bahasa yang teduh namun sarat makna, membuat jamaah larut dalam suasana reflektif yang mendalam.

Kegiatan ini mendapat perhatian luas, tidak hanya dari jamaah yang hadir secara langsung, tetapi juga dari masyarakat yang mengikuti siaran langsung melalui platform digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa dakwah berbasis ilmu dan keteladanan masih memiliki tempat kuat di hati umat.

Pewarta ifaUpdateNews.com, Kang Yudi, dalam keterangannya menilai kegiatan tersebut sebagai ikhtiar penting dalam menjaga denyut intelektual dan spiritual umat.

“Rauhah Pagi ini bukan sekadar kajian rutin. Ini adalah upaya serius merawat tradisi keilmuan Islam yang berakar kuat, namun tetap relevan dengan tantangan zaman. Ketika banyak ruang publik dipenuhi narasi dangkal, forum seperti ini justru menghadirkan kedalaman, ketenangan, dan arah,” ujar Kang Yudi.

Menurutnya, penyiaran kajian melalui media digital juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan dakwah tanpa kehilangan substansi.

“Digitalisasi dakwah harus tetap berjiwa. Ma’had Asshofa’ berhasil membuktikan bahwa siaran langsung tidak harus kehilangan ruh. Justru dari sini, pesan keilmuan dan akhlak bisa menjangkau umat lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan Rauhah Pagi ini diharapkan terus berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar kolektif membangun peradaban berbasis ilmu, adab, dan kesadaran ruhani. Di tengah derasnya arus informasi yang seringkali memekakkan nurani, ruang-ruang kajian seperti ini menjadi penanda bahwa cahaya keilmuan masih menyala—tenang, namun pasti.

Pewarta: Ifa | ifaUpdateNews.com

Lebih baru Lebih lama